Dinilai Menciptakan Kegaduhan Publik Dalam Seleksi PTT Di TTU, Waket ARAKSI NTT Meminta Bupati TTU Untuk Copot Kepala BKDPSDM

Dinilai Menciptakan Kegaduhan Publik Dalam Seleksi PTT Di TTU, Waket ARAKSI NTT Meminta Bupati TTU Untuk Copot Kepala BKDPSDM

 

Kefamenanu NTT, Liputan7.Id –  Heribertus Mesakh Tikneon, Wakil Ketua ARAKSI NTT meminta kepada Bupati TTU, Drs. David Juanda untuk segera Copot Arkadius Atitus dari jabatan Kepala BKDPSDM TTU karena dinilai tidak mampu dan menciptakan kegaduhan publik dalam Proses Seleksi Pengangkatan PTT di Kab TTU tahun 2022.

Diketahui bahwa, sejak proses awal Pengangkatan PTT di Kabupaten TTU pada tahun 2022 ini, seleksi administrasi saja sudah menuai kejanggalan, lalu tolok ukur atau stadar yang dijadikan sebagai acuan dalam menentukan lulus atau tidaknya seseorang menjadi PTT itu juga tidak jelas.

Ada yang skor nilai akhirnya dibawah, malah lulus, ada juga yang nilai administrasinya nol, tapi lulus. Bukankah jika tidak lulus seleksi administrasi, maka tidak bisa untuk ikut seleksi tahapan selanjutnya? Ungkap Herry. Hal ini sangat blunder dan terkesan tidak masuk akal.

Wakil Ketua ARAKSI NTT juga menegaskan lagi bahwa; “agar tidak semakin memperkeruh situasi birokrasi di TTU, maka Bupati TTU harus segera Copot Arkadius dari jabatan Kepala BKDPSDM Kab. TTU lalu ganti dengan Orang lain yang lebih tepat dan berkompeten, sehingga tidak terjadi kejadian-kejadian janggal seperti ini lagi di TTU.

Ia juga meminta agar Bupati TTU juga perlu segera melakukan klarifikasi dan penyampaian kepada Publik terkait indikator atau standar apa yang dipakai sebagai acuan yang menentukan seseorang dinyatakan lulus atau tidak dalam Proses Seleksi PTT di Kab TTU tahun 2022 ini. Bupati juga perlu melakukan Evaluasi kepada PANSEL PTT Kab TTU tahun 2022, sehingga tidak merusak citra Kab TTU di mata publik dengan kegaduhan-kegaduhan yang tidak masuk akal sehat seperti ini.

Lanjut Herry, bahwa ini merupakan penyakit birokrasi. Semestinya, Kabupaten TTU di masa kepemimpinan David Juanda dan Eusabius Binsasi, kita tidak jumpai persoalan-persoalan seperti yang terjadi sekarang.

Karena Bupati dan Wakilnya adalah birokrat tulen yang lumayan berpengalaman di dalam hal manajemen birokrasi dan kepemimpinan, akan tetapi ini malah banyak hal blunder yang kita jumpai di masa kepemimpinan kali ini, tandasnya.(Alberto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi