Sarbin Menuntut Ganti Rugi, Lahan Perkebunan Miliknya Rusak Akibat Galian C

Sarbin Menuntut Ganti Rugi, Lahan Perkebunan Miliknya Rusak Akibat Galian C

Bolaang Mongondow, Liputan7.id – Salah satu warga Desa solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow,Sarbin Malapis ( SM ) meminta ganti rugi atas kerusakan lahan perkebunan miliknya, yang terletak di lokasi luango Desa Totabuan.

Lahan perkebunan SM tersebut rusak akibat adanya pengalihan aliran sungai yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum pengusaha yang ada di Bolmong.

SM merasa kecewa melihat sebagian perkebunan miliknya rusak, akibat adanya Galian C milik Max Ponto (MP) yang sampai saat ini masih terus beroperasi di sekitar lahan perkebunan miliknya.

Menurut SM dulunya sudah ada kesepakatan antara SM dan MP yang mana lahan perkebunan milik SM akan dibayarkan ganti rugi oleh MP. Tetapi sudah berapa tahun beroperasi tidak ada realisasi pembayaran ganti rugi lahan tersebut.

“Waktu itu pak max janji mau bayar kita ini ganti rugi lahan. Cuman sampai saat ini belum ada realisasi pembayaran dengan tidak ada kejelasan sama sekali.Jadi kita meminta tolong sama pemerintah jaga lia akang pa torang, dari kasiang ini lahan torang punya.Ini lahan kita ada beli pa papa mantu deng itu surat kepemilikan ada pa torang..ucap sarbin dengan nada kecewa.

“Deng kita minta Dinas yang terkait tolong survei akang ulang ini lokasih tambang jangan sampe torang pe lahan kobong jadi rusak gara-gara ini tambang. Kasiang cuma ini torang pe harapan deng torang pe sumber kehidupan.lanjut sarbin

Disisi lain ada beberapa masyarakat menyayangkan hal tersebut. Menurut mereka ini kurangnya pengawasan Instansi terkait serta kurangnya perhatian pihak Kecamatan sampai kepala desa setempat.

Mereka meminta kepada DLH Bolmong serta instansi terkait turun kembali untuk menginvestigasi AMDAL CV Rajawali Citratunggal Mandiri milik Max Ponto.

“Kami sebagai masyarakat meminta kepada DLH Bolmong serta instansi terkait untuk Investigasi kembali AMDAL milik CV RCM yang terletak di lokasih luango Desa Totabuan.karena itu adalah salah satu persyaratan IUP penambangan Galian C serta pelaksanaan kewajiban perusahaan sesuai RKL dan RPL.tutur salah satu warga masyarakat kepada awak media.

Sesuai hasil pantauan Media ini di lokasih memang telah terjadi pendangkalan di aliran sungai sehingga terjadi perluasan aliran sungai, dan berdampak pada kerusakan perkebunan milik masyarakat yang ada di sekitar Pertambangan. yang salah satunya terjadi di lahan perkebunan milik Sarbin Malapis.(Rahmat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi