KPORI Sikapi Soal Big Data Luhut Binsar Panjaitan ” Stop Pemilu “

KPORI Sikapi Soal Big Data Luhut Binsar Panjaitan ” Stop Pemilu “


Jakarta, Liputan7.id – Pemilu 2024 menjadi akhir dari periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Namun, dua tahun sebelum masa jabatan Jokowi berakhir, bergulir wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden.

Humas KPORI ( Kumpulan Penghimpun Oragan Rakyat Indonesia) Ardi N. Labatjo angkat bicara, mengatakan bahwa kami dari KPORI sejalan dengan apa yang disampaikan Luhut Binsar Panjaitan terkait Big Data ,” menyikapi soal wacana penundaan pemilu, bahwa pemilu memang harus ditunda, pemilu tidak bisa dilaksanakan, hal ini telah kami sampaikan sebelumnya kepada Puan Maharani Ketua DPR-RI, ” kata Ardi kepada awak media Sabtu (16/11/22).

Persoalan ini bukan masalah dukung atau tidak mendukung, suka atau tidak suka Jokowi harus menempatkan ini, menyelesaikan persoalan ini.
Dan Ini sebuah kenyataan bahwa pemilu memang tidak bisa dilaksanakan sehingga harus ditunda. Semua sudah jelas,datanya sudah ada di Puan Maharani.,”ungkapnya.

“Sekali lagi saya katakan bahwa jauh sebelumnya Kita sudah menyampaikan hal ini kepada Puan Maharani, melalui surat yang kita kirimkan pada Tanggal 21 Nopember 2019 . Dan bila Puan Maharani tidak menanggapi juga hal ini, berarti menginginkan terjadinya ke-keosan, kekacauan, yang berarti DPR adalah dalang terjadinya ini semua.

Persoalannya kemudian disana ada yang merasa berkuasa, disana ada partai tapi sebuah negara isinya itu rakyat, bukan partai atau titipan dari penguasa. jika demikian berarti Indonesia sudah menjadi makar, dikuasai oleh golongan tertentu. rakyat itu punya kedudukan yang tinggi,” kalau tiba-tiba diambil alih kedudukan nya, rakyat marah dan tidak tinggal diam,”hanya orang bodoh yang butuh duit Dan membutuhkan kekuasaan kemudian di ojok-ojok mau, ” ujar Ardi.

Ardi N Labatjo juga mensoalkan apa yang terjadi kemarin pada aksi demo 11 April, telah terjadi keberutalan dari sekelompok orang terhadap Ade Armando, “Sebuah permainan elit politik yang ingin mengkambing hitamkan mahasiswa, ingin memperalat mahasiswa,dan mahasiswa belum tentu tau segala sesuatunya secara utuh, apa yang terjadi ? “persoalan adanya kerja sama atau tidak ada kerja sama, itu bukan hal yang perlu dibahas, akan tetapi yang perlu kita bahas adalah sebuah potensi anak bangsa, mahasiswa melihat ada sesuatu yang tidak masuk nalar pastinya mereka cari tau apa yang terjadi sebenarnya. “pungkasnya (Fandi/MJ)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi