PUK FSPMI Datangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Aceh Singkil Karena PT. Nafacindo Tak Bayarkan THR

PUK FSPMI Datangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Aceh Singkil Karena PT. Nafacindo Tak Bayarkan THR


ACEH, LIPUTAN7.ID Pimpinan unit kerja (PUK) FSPMI, Habibuddi TP dan kawan – kawan kembali mendatangi kantor dinas transmigrasi dan tenaga kerja Aceh Singkil, pasalnya gaji dan THR mereka belum dibayarkan oleh Pihak Perusahaan PT.Nasindo.

Sekretaris PUK FSPMI, Rasulluddin ML, mengatakan kepada sejumlah awak media bahwa pihaknya mendatangi kantor disnaker aceh singkil pada hari ini, mempertanyakan tentang gaji dan THR kami, karna sampai saat ini belum dibayarkan oleh PT Nafasindo, dengan alasan dari perusahaan kami telah di PHK.

“Di dalam surat yang di layangkan oleh dinas ketenaga kerjaan aceh singkil kepada PT.Nafasindo Nomor : 560/270/2022, bahwa sesuai dengan pasal 155 ayat (1) UU 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan disebutkan jika PHK tanpa adanya penetapan dari lembaga perselisihan hubungan industrial (PHI) akan menjadi batal demi hukum, jadi Secara aturan kami masih tetap karyawan PT. Nafasindo gaji dan THR kami wajib Kami terima,” kata Rasulluddin. Senin, (25/04/2022).

“Tadi kita sudah diskusi dengan pihak dinas yaitu kabid tenaga kerja ibu Cut, dan beliau menyatakan bahwa persoalan ini sudah di limpahkan dan menjadi kewenangan provinsi dan kita tunggu hasil dari pada pengawas provinsi untuk tindaklanjuti persoalan ini,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kabid Dinas Tenaga Kerja Cut Hasniati mengatakan, Bahwa yang di PHK ada 10 orang yang ditetapkan oleh perusahaan PT.Nafasindo, namun mereka yang 10 orang karyawan ini menolak atas pemutusan hubungan keraja secara sepihak itu,” ucap Cut.

“Sesuai dengan prosedur dalam undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan bahwa dengan adanya penolakan dari pihak pekerja, maka itu kita anggap belum ingkrah atas pemutus hubungan kerja, walaupun pihak perusahaan menyatakan itu sudah sah tapi kami dari pihak Disnaker Aceh Singkil menyatakan secara hukum dan aturan mereka masih karyawan di PT. Nafasindo, mengenai THR yang belum terbayarkan dan gaji mereka, kita sudah terima laporan baik dari yang 10 orang ini dan juga yang masih PKWTT dan secara aturan mereka menerima itu,” tegas Cut.

Sebelumnya pihak PT.Nafasindo kantor medan pada tanggal 21 April 2022 melayangkan surat kepada dinas tenaga kerja Aceh Singkil, dengan Nomor 485/HRDGA/IV/2022. perihal, jawaban Memo Disnaker No 560/270/2022. surat tersebut ditandatangani oleh Senior Manager HRGA Johannes Hasan, Ir. Dalam isi surat itu tertulis, sehubungan dengan surat dari dinas transmigrasi Aceh dan tenaga kerja kabupaten Aceh Singkil, Nomor 586/270/2022, hal pemenuhan hak – hak bekerja an. Habibuddin TP dan kawan-kawan ter tanggal 18 april 2022. Menindak lanjuti hal tersebut di atas maka dengan ini kami sampaikan hal sebagai berikut.

“Perusahaan akan membayar kan uang kompensasi pesangon kepada Habibuddin TP dan kawan-kawan sebagaimana terlampir. Kedua, bahwa uang kompensasi tersebut akan dibayarkan Cash kepada Habibbudin TP dan kawan-kawan di hadapan pejabat dinas transmigrasi dan tenaga kerja aceh singkil,” paparnya.

Ketiga, mengenai pembayaran THR kepada Habuddin TP dan kawan – kawan tidak dapat kami berikan karena susuai permen bekerja No.PER 04/MEN/1994 pasal 6 ayat (1) disebut-sebut pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo hari Raya ke agamaan berhak atas THR” sedangkan Habibuddin TP dan kawan-kawan di PHK terhitung sejak tanggal 25 Maret 2022 maka tidak berhak atas THR. Demikian isi surat tersebut.

(Ns/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi