Sempatkan Waktu Lebaran, Milenial Gelar Seminar Online

Sempatkan Waktu Lebaran, Milenial Gelar Seminar Online


Aceh,Liputan7.id – Forum Dai Milenial (FDM) menggelar seminar secara online untuk seluruh Peserta Lomba Dai Online Tahun 2022.

Seminar yang dilaksanakan secara online itu mengusung tema “Milenial Indonesia Berbahasa Intelektual dan Professional”.

Diketahui sebelumnya FDM sedang menggelar lomba Dai Online se-Indonesia, 150 peserta dari seluruh wilayah di Indonesia telah terdaftar sebagai peserta lomba. Sebagai tambahan ilmu bagi peserta, panitia membuat seminar dengan narasumber Ust. Dr. Rizqi Wahyudi Ust. Taufikur Rahmi, Masing-masing narasumber memberikan materi tentang Retorika dan Public Speaking.

Akbar Miswari, Ketua Forum Dai Milenial menyampaikan konsep syiar untuk kaum milenial.

“Milenial harus bisa berbahasa intelektual dan professional, kita harus mampu masuk ke segala lini, beda audien beda cara pendekatan, tergantung cara adaptasi kita,” ujar Akbar.

“FDM terus berupaya untuk mengembangkan bakat milenial Indonesia, karir dan prestasi harus selalu di asah, panggung internasional harus mampu kita saingi,” sambung Akbar.

Ust. Dr. Rizqi Wahyudi sebagai narasumber seminar juga menyampaikan rasa bangga terhadap kreativitas milenial Indonesia.

“Milenial Indonesia sangat kreatif, melalui perantara FDM banyak generasi muda Indonesia yang terjun ke panggung nasional, semoga karir dan prestasinya terus berkembang dan bisa bersaing ke kancah internasional,” ucap Rizqi saat memberikan materi Public Speaking.

Ust. Taufikur Rahmi, yang juga narasumber seminar online mengajak milenial Indonesia untuk terus berdakwah melalui sosial media.

“Zaman modern ini sangat mudah, kita bisa berdakwah melalui media, satu kalimat saja yang dibuat dan disebarkan melalui media sosial, dalam hitungan detik, menit saja kalimat itu bisa diketahui oleh masyarakat secara luas,” ungkap Taufiq.

“Kalau informasi dan narasi yang disebarkan melalui media sosial itu bersifat positif dan bermanfaat untuk masyarakat, maka akan menjadi syiar dan amal jariyah. Kalau tapi kalau kontennya berbau maksiat, dosa jariyah pun selalu mengalir,” tutup Taufiq yang merupakan pimpinan Dayah Annahla.

FDM mengajak kepada generasi milenial Indonesia untuk membuat konten positif di media sosial, insyallah atas kerjasama sama semua pihak, dakwah bisa berkembang pesat dalam masyarakat. (Murhaban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi