Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki Dikeluhkan Masyarakat Perdagangan

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki Dikeluhkan Masyarakat Perdagangan


Simalungun, Liputan7.id  – Warga Perdagangan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, mengeluhkan dengan kondisi ruas jalan yang tak kunjung juga diperbaiki. Pasalnya jalan tersebut rusak parah dan berdebu disaat musim kemarau, dan berlumpur disaat musim penghujan. Sabtu (7/05/2022).

 

Berdasarkan pantauan awak media dilokasi, kondisi jalan yang berbatu dan bergelombang sangat membahayakan pengendara yang sedang melintas dan harus lebih berhati-hati saat berkendara.

 

Greta Hutagalung (45) Mengatakan rasa kekecewaannya terhadap Gubernur Sumut yang tak kunjung memperbaiki jalan yang sudah lama rusak dikota perdagangan – Siantar dan sudah banyak memakan korban.

 

“Saya kecewa kenapa lebaran sudah mau berlalu jalan tak kunjung juga diperbaiki,kalau minta saya segeralah diperbaiki kasihani kami warga kota perdagangan yang tiap harinya menghirup debu jalanan dan melintasi jalan yang rusak parah” katanya

Lanjutnya, “seperti pada saat musim penghujan kali ini, jalan terlihat berlumpur dan becek. Apalagi melihat Jalan Sisingamangaraja Perdagangan yang merupakan inti kota Perdagangan. Kondisi jalan sangat berbahaya bagi pengendara, karena jalan yang berlubang tergenang air. Akibatnya, tidak jarang warga terperogok masuk lubang, sehingga tidak sedikit pengendara roda dua terjatuh.”katanya

 

Sebelumnya,Pemprov Sumatera Utara mengalokasikan anggaran Rp2,7 triliun untuk perbaikan infrastruktur sampai 2023 dan sebanyak Rp810 miliar atau 30 persen dari anggaran infrastruktur itu diperuntukkan untuk wilayah zona dataran tinggi.

 

Adapun daerah yang masuk zona dataran tinggi yakni Kabupaten Simalungun, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Pematangsiantar, Toba, Samosir, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan. Di zona dataran tinggi akan ada perbaikan jalan sepanjang 120 kilometer. (BAM / DIUMADI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi