Mengaku Forum Peduli Gereja HKBP Pabrik Tenun, Seseorang Melakukan Aksi Hingga Berteriak-Teriak Kesetanan

Mengaku Forum Peduli Gereja HKBP Pabrik Tenun, Seseorang Melakukan Aksi Hingga Berteriak-Teriak Kesetanan


MEDAN, LIPUTAN7.ID Melakukan aksi di Gereja HKBP Pabrik Tenun hingga Berteriak teriak kesetanan Dan yang lebih ironisnya saat itu masyarakat lagi melakukan ibadah pada pukul 10.00 WIB hingga terganggu. Minggu, (15/05/2022).

Massa tersebut yang jelas adalah umat kristiani yang tidak lagi peduli tempat itu adalah tempat ibadah. bukan rahasia umum lagi yang mengkordinir massa tersebut seorang yang mestinya Panutan di gereja tersebut. Sehingga berupaya membuat kerusuhan agar pendeta Ibu Rumondang Br. Sitorus untuk angkat kaki dari Gereja Pabrik Tenun, Walaupun sebenarnya Pendeta tersebut adalah resmi pengangkatan dari Pimpinan Hkbp.

Jelas hal ini mestinya pihak Kepolisian sigap untuk mengambil tindakan karena yang jelas massa tersebut sudah menyalahi aturan dan ketertiban serta ada dugaan massa tersebut di bayar untuk membuat kerusuhan dan kegaduhan yang dikordinir untuk kepentingan Pribadi.

Selain itu juga, massa tersebut waktu melakukan aksi di Minggu yang telah lewat dan melakukan aksi tidak ada mematuhi aturan aksi serta rute pemberitahuan aksi, padahal massa aksi begitu ramainya yang diperkirakan sekitar 300 orang.

Mestinya dikawal agar tidak melakukan pengerusakan Fasilitas umum dan terjadi penganiayaan. tetapi dari pihak kepolisian kesannya tidak peduli khususnya Kepolisian Polsek Kecamatan Medan Baru.

Sehingga dalam aksi tersebut terjadi insiden penganiayaan terhadap ibu-ibu aktifis Lsm Pakar yang sedang melakukan liputan.

Diketahui Ibu-Ibu Aktifis Lsm Pakar didatangi dan dikerumuni beramai-ramai serta didorong-dorong hingga dibuli-buli dan lebih sadisnya di cubitin.(Kejadian ini ada videonya).

Dalam hal ini Korban bernama Erita Br Pandiangan telah melakukan pengaduan ke Kapolrestabes Kota Medan yang berselang 1 Hari setelah kejadian tersebut (25 April 2022).
Dan sampai Hari ini belum ada respon dari pihak Kepolisian Kota Medan.

Selanjutnya Dari DPP Lsm Pakar Indonesia yang mana Erita.br. Pandiangan adalah Kader atau Aktifis Lsm Pakar langsung membuat pengaduan ke Poldasun yang diterima oleh Cq.Intelkam poldasu.

Pihaknya memohon tindakan agar memanggil para kordinator aksi tersebut yang mengaku Forum Peduli Gereja HKBP Pabrik Tenun dan seluruh pelaku aksi massa tersebut yang menurut kami sudah menyalahi aturan aksi serta jarak melakukan aksi di tempat ibadah yang mestinya mempunyai jarak 150 meter segera ditangkap.

“Maka dalam hal ini kami sangat mengharapkan Bapak Kapolri menyikapi hal ini sesegera mungkin agar hal ini tidak melebar kemana-mana serta agar ketertiban di Negara kita ini berjalan dengan adil khususnya dari Gereja HKBP terhindar dari perpecahan dan tidak ada keributan lagi,” harap Ketua DPP Lsm Pakar.
(Robinsius/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi