Bupati Minta Juru Kunci Perkuat Pengetahuan Kesejarahan Leluhur

Bupati Minta Juru Kunci Perkuat Pengetahuan Kesejarahan Leluhur


JEPARA, LIPUTAN7.ID Bupati Jepara Dian Kristiandi gelar kegiatan makan bersama dan dialog usai acara silahturahmi dan Halal Bihalal dengan 200 lebih Juru Kunci Makam Se-Kabupaten Jepara. Kegiatan digelar pada Senin malam (16/5/2022) di Pendapa RA. Kartini Jepara Jawa Tengah.

Bupati Jepara dengan Ratusan Kuncen atau Juru Makam tersebut, nampak terjalin keakraban. Terlebih Ratusan Kuncen ini memakai surjan atau busana Adat Jawa lengkap dengan Blangkonnya. Para juru kunci ini menyantap menu nasi beserta ayam ingkung, uraban dan aneka lauk pauk lainnya.

Sebelumnya, dialog dibuka oleh Bupati dengan menanyai Tiga Juru Kunci makam. Masing-masing yakni juru kunci Mbah Sutojiwo di Desa Bondo Kecamatan Bangsri, juru kunci makam Mbah Kawak, Pakisaji dan Makam Citrosumo Desa Sendang, Kalinyamatan.
Ketiganya diminta menceritakan tentang sejarah dan silsilah tokoh leluhur yang disemayamkan di makam-makam keramat tersebut. Dirinya ingin para juru kunci ini menguatkan tentang kesejarahan para tokoh leluhur agar bisa diteruskan kepada generasi mendatang.

“Pengetahuan tentang tokoh atau leluhur harus dikuasai agar ketika ada yang bertanya bisa menjelaskan serta memberikan bukti. Tolong dicari sejarah dan data-data historis tentang para leluhur ini termasuk sejarah dan silsilah para juru kunci terdahulu,” pinta Bupati Andi. Selasa, (17/05/2022).

Dirinya menyadari jika selama ini kelemahan yang ada yakni soal tulis menulis. Sehingga banyak sejarah yang hilang karena tidak tertulis dan terdokumentasi dengan baik.

“Banyak memang sejarah tentang para leluhur dan tokoh bangsa kita yang sengaja dihilangkan selama penjajahan Belanda. Padahal sejatinya banyak jasa dan perjuangan yang dilakukan oleh para tokoh terdahulu,” ungkap Andi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Andi juga meminta agar para juru kunci ini bisa membentuk sebuah organisasi berbadan hukum sebagai naungan. Pihaknya nanti akan membantu memfasilitasi pengurusan badan hukumnya ke Kementrian Hukum dan HAM.

“Segera bentuk organisasi sebagai wadah untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi. Dengan adanya wadah tersebut, maka persaudaraan kita akan semakin rekat,” tandasnya.

(Edy Putra/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi