Dendam Berujung Maut Di Muna, Polisi Sebut Miras Jadi Penyebab Utama

Dendam Berujung Maut Di Muna, Polisi Sebut Miras Jadi Penyebab Utama


MUNA, LIPUTAN7.ID  Kepolisian Sektor (Polsek) Kontunaga diback up oleh Tim Resmob Polres Muna berhasil mengamankan 4 orang terduga pelaku pembunuhan di Desa Masalili Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Jumat (6/5/2022).

Keempat orang tersebut yakni LK, LL LR dan LS (Inisial) yang berhasil diamankan di Mapolres Muna setelah diduga bersama-sama menghilangkan nyawa seseorang bernama LI (Korban) pada Jumat malam (5/5/2022).

Kapolres Muna, AKBP Mulkaifin melalui Wakapolres, Kompol Anggi Siahaan yang didampingi Kasat Reskrim, Iptu Astaman Rifaldy Saputra dan Kapolsek Kontunaga, Iptu Fajar Hidayat menyampaikan kejadian bermula pada Kamis (5/5/2022) sekitar pukul 23.30 Wita, pelaku bersama korban minum-minuman keras (Miras) jenis arak disalah satu rumah warga di pinggir jalan raya. Saat itu korban marah-marah kepada salah satu tersangka, sambil berdiri dan berbicara mau melakukan pemukulan. Tak terima dengan hal itu salah satu tersangka, LK yang saat itu tengah memegang sebilah badik langsung menikam dada sebelah kiri korban sebanyak 1 kali. Saat itu juga korban mencabut badik yang dimilikinya dan saling berhadapan.

“Tersangka lainnya LL serentak berdiri dari kursi dan membantu menghadapi korban. LS yang melihat kejadian itu langsung mengambil kursi plastik dan menghantamkan kearah pinggang korban sebanyak satu kali hingga kaki kursi patah,” ujar Anggi saat konferensi pers di Mapolres Muna, Rabu (18/5/2022).

Lanjut Anggi, setelah itu korban lari menyusuri jalan raya dan terus dikejar oleh keempat tersangka. Korban berhenti berlari sambil memegang badik lalu LK mendahului menikam punggung belakang korban sebanyak 3 kali dan 2 kali pada bagian perut. Tersangka LL mengambil kayu Reng pagar lalu melemparkan kerah korban yang mengenai bagian tangan. Kemudian tersangka LR mengambil kayu berbentuk papan menghantam pada kepala. Sedangkan tersangka LS mengambil kayu reng juga lalu memukul badan korban. Korban lalu bergeser ke bawah pohon jambu air LL dan LR tetap memukul badan korban dengan kayu reng. Korban berlari lagi menuju seberang pinggir jalan tapi masih tetap dikejar oleh para tersangka. Saat itu korban terjatuh sebelum bengkel dan tersangka LR, LL dan LS menghantamkan lagi reng ketubuh korban. Korban sempat berdiri dan berlari lagi, sesudah bengkel korban terjatuh lagi. Para tersangka kemudian menghantam tubuh korban secara bersamaan dengan reng dan menendang. Korban sempat berdiri dan lari lagi namun terjatuh. Tak berselang itu adik korban datang mengangkat/memapah korban menuju sebrang jalan, sementara para tersangka pergi meninggalkan loaksi kejadian.

“Motifnya pelaku melakukan kejahatan karena sakit hati dan emosi serta dendam dikarenakan korban pernah menendang salah satu tersangka LR pada saat acara joget. Penyebab utama lainnya karena terpengaruh Miras sehingga tak mampu mengontrol diri,” terangnya.

Kronologi penangkapan, kata Anggi, pada Jumat 6/5/22, Kapolsek Kontunaga Iptu Fajar Hidayat bersama anggota dan di backup oleh Tim Resmob Polres Muna mendapatkan informasi awal dari adik korban yang menyebut salah satu nama teman miras korban. Sekitar jam 01.00 Wita tim/petugas bergerak cepat dan kemudian mengamankan tersangka LS dirumahnya.

Hasil interogasi/wawancara diperoleh keterangan terduga pelaku lainnya yakni LK, LL dan LR. Sekitar jam 05.00 Wita tim/petugas melakukan penyisiran di kebun-kebun warga dan sekitar jam 05.30 wita mengamankan satu orang lagi yakni LK beserta barang bukti yang diselipkan di pinggangnya. Pada saat itu dia orang rekan tersangka lainnya melarikan diri menuju hutan desa masalili sehingga petugas melakukan pengejaran namun kehilangan jejak didalam hutan. Pada 12.30 Wita dua orang tersangka lainnya secara kooperatif datang menyerahkan diri di Polsek Kontunaga. Kemudian keempat tersuka pelaku diamankan di Polres Muna guna proses lebih lanjut.

“Pasal yang dilanggar 338 KUHP JO Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan atau pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan dan atau kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dimuka umum terhadap orang yang mengakibatkan matinya orang dengan Ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi