Orangtua Siswa Laporkan Oknum Kepsek SD Negeri 075020 Madula Fadoroyou, Disdik Kabupaten Nias Turun Ke Lokasi

Orangtua Siswa Laporkan Oknum Kepsek SD Negeri 075020 Madula Fadoroyou, Disdik Kabupaten Nias Turun Ke Lokasi


NIAS UTARA, LIPUTAN7.ID Terkait dugaan tindakan penggelapan dana PIP Siswa Tahun 2019 s/d Tahun 2022 yang dilakukan oleh oknum kasek SD Negeri 075020 Madula Fadoroyou, Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara, atasnama Yatatema Mendrofa,S.Pd.SD, sejumlah orang tua siswa membuat laporan pengaduan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias.

Dalam laporannya, tertanggal 20 April 2022 itu, dengan perihal “Laporan pengaduan dugaan penggelapan dana PIP bagi siswa di SD Negeri 075020 Madula Fadoroyou” menjelaskan, beberapa kronologi dugaaan tindakan penggelapan dimaksud yang dilakukan oleh oknum kasek.

Salah satu di antaranya, bahwa dana PIP untuk siswa SD Negeri 075020 Madula Fadoroyou sejak Tahun 2019 sampai dengan Tahun 2022 belum disalurkan kepada siswa. Selanjutnya, buku rekening siswa yang seharusnya diberikan kepada siswa penerima dana PIP ini, belum diberikan oleh oknum kasek bahkan sebaliknya meminta Orangtua Siswa untuk menandatangani surat kuasa kepada Kepala Sekolah supaya ia sendiri yang melakukan penarikan dana tersebut di Bank.

“Karena tak kunjung ada informasi tentang pencairan dana PIP di SD N 075020 Madula Fadoroyou, maka kami mencoba menanyakan informasi dari sekolah-sekolah yang lain, dan ternyata pencairan dana PIP sudah terlaksana dan diterima oleh siswa sesuai yang tertera dalam SK dari pusat,” ujar salah Satu Orangtua siswa, Daliwanolo Mnendrofa kepada wartawan Liputan7.id, saat dikonfirmasi di Rumah salah seorang Warga Desa Madula. Selasa, (17/05/2022).

Atas dasar informasi itu, orangtua siswa mendatangi dinas pendidikan kabupaten Nias untuk memastikan informasi, dan akhirnya mendapatkan informasi berupa SK PIP SD N 075020 Madula Fadoroyou, tetapi dalam SK yang mereka terima ternyata status pencairan dana sudah dicairkan semua, dan yang melakukan pencairan sama sekali tidak tidak diketahui oleh orangtua siswa ini, dan hingga mereka membuat laporan pengaduan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, setelah mendapat informasi tambahan yaitu daftar rekening koran yang didapatkan orangtua siswa dari bank, dan di sana tercantum nama jabatan kepala sekolah sebagai oknum yang telah mencairkan dana tersebut.

“Betul kami telah melaporkan oknum Kepala Sekolah SD Madula Fadoroyou atas dugaan penggelapan dana PIP siswa kepada kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias,” ujar Daliwanolo Mendofa.

Sebagai umpan balik dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, maka Dinas Pendidikan mendatangi sekolah tersebut untuk meluruskan sekaligus mencari solusi terbaik atas masalah tersebut pada hari Selasa, (17/5/2022), bertempat di ruang Kantor Guru SD Negeri 075020 Madula Fadoroyou, yang terdiri dari Kabid, Kasi, Operator PIP, dan juga dari Korwas.

Sejumlah orangtua siswa yang melapor, dan juga orangtua siswa yang sudah menerima dana PIP, Kepala Sekolah, dan Guru-Guru melaksanakan diskusi bersama guna membahas solusi penyelesaian atas permasalahan yang muncul di Dekolah tersebut.

Di awal diskusi, tim menjelaskan maksud kedatangan mereka, dilanjutkan dengan penyampaian pernyataan masing-masing orangtua siswa sesuai laporan mereka yang telah disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias.

Yaaro Mendofa alias Ama Berkat Mendofa menyampaikan, kekesalannya kepada Kepala Sekolah Yatatema Mendrofa,S.Pd.SD terkait tidak pernah menginformasikan kepada orangtua siswa tentang adanya PIP untuk siswa sehingga membuat kekesalan beberapa orangtua siswa.

“Di tahun 2022 ini kami mendapatkan data, bahwa sejak tahun 2019 hingga tahun 2022 ini tercantum nama anak kami, namun tidak ada satupun informasi kepada kami bahwa anak-anak kami itu mendapat dana PIP, dan di dalam data itu lagi tertera nomor rekening yang masih aktif, namun status pencairannnya tertulis sudah cair, dan yang kami pertanyakan siapa yang melakukan pencairan dana tersebut?,” ujar Ya’aro Mendofa.

Kepala sekolah, Yatatema Mendrofa,S.Pd.SD menanggapi pernyataan dari orangtua siswa dan menepis langsung informasi bahwa ia tidak terbuka kepada orangtua siswa.

“Bukan kami sembunyikan informasi, dan bukan kami tidak publikasikan situasi, maaf bukan kami melimpahkan kesalahan, tetapi karena sejak tahun 2014 hingga tahun 2017 kalau tidak salah, masa Pak Lase dan masa Pak Zebua, mereka memberikan informasi kepada seluruh sekolah pada saat itu. kepada Kepala Sekolah segera mengambil SK siswa yang menerima PIP di Kantor Dinas, dan itulah dasar kami datang ke Dinas untuk mengambil SK tersebut, apa yang tertera di sana itulah yang kami ajukan untuk pencairan di bank,” jelas kasek.

Lanjut Kasek menjelaskan, mulai dari tahun 2018 hingga tahun 2022, tidak ada lagi informasi dari dinas tentang pemberitahuan pengambilan SK siswa penerima PIP di Dinas Pendidikan, tetapi semua siswa penerima PIP telah saya urus buku rekeningnya bersama dengan kartu ATM, dan pencairannya dilakukan masing-masing yang bersangkutan.

Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Kabid Dipend, Tehego Ndaha mengatakan, bahwa informasi mengenai PIP setiap tahunnya diharuskan diberitahukan kepada orang tua siswa.

“Kalau tidak diberitahukan melalui surat kepada orangtua siswa, maka bisa disampaikan melalui papan pengumuman, maksudnya jika ada nama-nama siswa dari sekolah itu, maka siswa tersebut dapat melihat langsung dan menyampaikan kepada orangtuanya supaya segera diurus,” tutur Kabid.

Lanjut Kabid menjelaskan, bahwa sejak tahun 2018 hingga sekarang, pemberitahuan tentang turunnya SK PIP itu, tidak lagi diberitahukan oleh dinas pendidikan, tetapi semua informasinya disampaikan lewat fitur aplikasi dapodik, dan operator sekolahlah yang mengetahui informasi tersebut dan meneruskan di sekolah.

“Sudah pernah saya sampaikan kepada Kepala-Kepala Sekolah, persoalannya kemampuan operator sekolah di Kabupaten Nias, khususnya di SD sangat rendah. Mereka tidak tahu kalau ada pengumuman di sana, di dapodik ada pemberitahuan penerima PIP setiap tahunnya, dan ada banyak sekali fitur yang bisa dimanfaatkan untuk mengetahui apa saja informasi termasuk PIP itu, kita bisa masuk aplikasi dapodik untuk mengecek nama-nama siswa penerima PIP di sekolah kita,” papar kabid.

Ia menambahkan, semoga di tahun 2023 ke depan ada pelatihan para operator, supaya semua fitur yang ada dalam dapodik dapat diketahui oleh operator masing-masing sekolah.

Di tempat terpisah, beberapa orang tua siswa dari SD Negeri 075020 Madula Fadoroyou, mengatakan, tidak merasa puas dengan penjelasan dari Kepala Sekolah dan akan berupaya untuk menelusuri hal ini hingga kepada penegak hukum.

(H Warman Hulu/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi