Azyumardi Azra Terpilih Menjadi Ketua Dewan Pers Secara Aklamasi Dan Gantikan M Nuh

Azyumardi Azra Terpilih Menjadi Ketua Dewan Pers Secara Aklamasi Dan Gantikan M Nuh


JAKARTA, LIPUTAN7.ID Azyumardi Azra mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Dewan Pers periode 2022-2025. Penetapan dan serah terima anggota Dewan Pers yang baru digelar Rabu malam 18/5/2022 di Hotel Aryaduta Jalan KKO Usman dan Harun Gambir Jakarta Pusat. Kamis, (19/5/2022).

Azyumardi Azra panggilan akrabnya Edi, menggantikan posisi Muhammad Nuh yang juga mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Azyumardi lahir di Lubuk Alung, Sumatera Barat, pada 4/3/1955 juga pernah menjadi deputi sekretaris Wakil Presiden bidang Kesra di era Jusuf Kalla.

Dia juga menjadi orang pertama yang meraih gelar Commander of the British Empire (CBE) dari Ratu Inggris. Jika mau, dia berhak menggunakan gelar Sir di depan namanya.

Keputusan pemberhentian dan pengangkatan Anggota Dewan Pers tercantum dalam Keputusan Presiden RI Nomor 14/M Tahun 2022.

“Untuk masa jabatan keanggotaan Dewan Pers sebagaimana dimaksud dalam Diktim kedua adalah 3 tahun terhitung mulai tanggal 13 Mei 2022,” demikian bunyi diktum ketiga Keppres.

Sembilan anggota Dewan Pers yang telah ditetapkan adalah Ketua: Azyumardi Azra, Anggota : Arif Zulkifli, Paulus Tri Agung Kristanto, Yadi Heriyadi Hendriana, Muhammad Agung Dharmajaya, Asmono Wikan, Totok Suryanto, Ninik Rahayu, dan Atmaji Sapto Anggoro.

Azyumardi Azra bakal melanjutkan langkah positif yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya. Serta berfokus dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas jurnalis Tanah Air.

“Pengurus Dewan Pers yang baru ini akan melanjutkan hal-hal yang positif, fondasi yang positif, yang sudah diletakkan oleh para ketua Dewan Pers sebelumnya,” kata Azyumardi saat ditemui di lokasi.

“Kita juga ingin meningkatkan kualitas jurnalis kita, kesejahteraan jurnalis kita, orang-orang pers, instansi pers yang terlibat di dalam berbagai kegiatan yang ada di dunia pers tersebut. Kita usahakan lebih terjaminlah kesejahteraannya,” tambahnya.

Dia juga menyoroti banyak Kantor Media yang memutus hubungan kerja dengan karyawannya imbas pandemi COVID-19. Menurutnya, kesejahteraan jurnalis mesti diperjuangkan.

“Baik jurnalis maupun pegiat pers banyak sekali yang di PHK kan oleh perusahaan. Ini kelihatannya tidak mendapatkan perlindungan banyak yang disuruh pensiun dini tanpa mendapatkan jaminan, kesejahteraan,” ujarnya.

Selain itu, dia menyadari saat ini terjadi eskalasi politik menjelang Pemilu 2024. Oleh karena itu, dia berharap Dewan Pers dapat berperan sebagai mentor membimbing insan pers dalam menghadapi tahun politik.

(Puji S/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi