Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Maksimalkan Persiapan Verifikasi Lapangan Hybrid Kabupaten/Kota Layak Anak

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Maksimalkan Persiapan Verifikasi Lapangan Hybrid Kabupaten/Kota Layak Anak


LAMPUNG SELATAN, LIPUTAN7.ID Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat ( Kesra) Eka Riantinawati membuka rapat persiapan Verifikasi Lapangan Hybrid dalam rangka penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak pada Rabu, (18/05/2022).

Rapat tersebut bertempat di Aula Krakatau Setdakab setempat dengan dihadiri oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) Aryan Sahurian, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Anasrullah, Ketua Dharma Wanita Persatuan Lampung Selatan ( DWP) Yani Thamrin serta Fasilitator KLA Provinsi Lampung Toni Fisher.

Dalam arahanya, Eka Riantinawati menjelaskan penilaian secara hybrid yang sudah dimulai pada tanggal 13 Mei 2022 lalu masih membutuhkan banyak kesiapan yang lebih matang untuk memperoleh nilai yang maksimal agar penghargaan yang semula di raih Lampung Selatan selama 4x berturut-turut Pratama meningkat menjadi Madya.

“Untuk itu kita harus saling mendukung antara perangkat daerah untuk memaksimalkan program yang berkaitan dengan kabupaten Layak Anak sehingga dapat mendongkrak nilai yang jauh lebih baik sesuai dengan keinginan Bapak Bupati Lampung Selatan dan Ibu Forum Anak,” ujarnya.

Selanjutnya dirinya juga mengatakan, dalam mendukung persiapan yang lebih matang untuk itu kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan untuk membuat video testimoni yang berisikan Video Program dan Inovasi Daerah yang dirangkum dalam satu video mewakili 5 klaster dengan durasi 15 menit berikut dengan pemaparan ketua Gugus Tugas KLA.

“Ditambah dengan video tapping dukungan kepala daerah dengan durasi 5 menit,” tuturnya.

Dikesempatan yang sama, Tony Fisher dalam paparannya menjelaskan beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh Kabupaten/Kota dalam Pelaksaan Verifikasi Lapangan Hibryd (VLH) dan Verifikasi Lapangan Kunjungan (VLK).

Menurutnya, KLA itu tidak hanya predikat dan kasus kekerasan terhadap anak bisa hilang tetapi jika hak anak sudah dipenuhi maka bisa disebut itu menjadi KLA.

Dirinya juga meminta kepada perangkat daerah untuk melakukan pemaparan terkait dalam program yang melibatkan anak karena itu menjadi salah satu penilaian yang akan di Verifikasi.

Sementara itu, Bunda Forum Anak Kabupaten Lampung Selatan mengatakan, Kabupaten Layak Anak harus dilakukan secara nyata dilapangan dan bukan hanya sebatas administrasi.

” KLA ini programnya harus diwujudkan dilapangan jangan hanya sebatas administrasi saja,” jelasnya.

Dirinya juga menyebutkan, program kerja sebagai Ketua TP PKK sejalan dengan tugasnya sebagai Bunda Forum Anak dan sangat mendukung penuh program dari Tim Gugus Tugas untuk meningkatkan penilaian Lampung Selatan sebagai Kabupaten Layak Anak.

” Program PKK dan Bunda Forum Anak ini sejalan dan saling berkaitan maka dari itu saya harap Tim Gugus Tugas KLA dimaksimalkan dalam mewujudkan programnya,” imbuhnya.

Wanita yang akrab disapa Bunda Winarni tersebut meminta kepada semua perangkat daerah terkait mempunyai program kegiatan yang melibatkan pemenuhan hak Anak.

Dirinya berharap, dengan adanya kerjasama antar semua perangkat daerah dalam mewujudkan program tersebut bisa membawa Lampung Selatan naik ke tingkat yang lebih tinggi dalam predikat nya sebagai Kabupaten Layak Anak. (Nzr/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi