PT PLN UIK TJB Peduli Lingkungan Jadi Mitra Desa Mandiri Sampah

PT PLN UIK TJB Peduli Lingkungan Jadi Mitra Desa Mandiri Sampah


JEPARA, LIPUTAN7.ID PT PLN UIK Tanjung Jati B Jepara salah satu progam kepedulian sosial ikut ambil bagian dalam program Desa Mandiri Sampah di Kabupaten Jepara. Melalui peran aktif sebagai kemitraan dan pendamping memberikan bantuan dua unit motor bak yang bisa difungikan sebagai pengangkut sampah bagi warga desa Keling dan Kancilan.

Bantuan itu diserahkan pada  Selasa (17/5/2022) saat launching Desa Mandiri Sampah oleh Pemkab Jepara di Gedung Setda Jepara Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah Jepara Edy Sujatmiko hadir dalam acara tersebut, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara Arikhah Elida, serta jajaran Perangkat Fesa Kabupaten Jepara, Kukuh Sudaryatmo pejabat Pengendali Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan Dan Keamanan PT PLN UIK TJB mengatakan, PT PLN UIK TJB telah meraih penghargaan Proper Emas tiga kali berturut-turut. Hal itu menunjukkan bahwa PLN UIK Tanjung Jati B peduli terhadap lingkungan.

PT PLN TJB tetap berkontribusi terhadap permasalah sampah di lingkungan sekitar.

”Desa Keling dan Kancilan telah diberikan bantuan sarana kendaraan pengangkut sampah dan juga pendampingan dalam program Desa Mandiri Sampah di kedua desa tersebut,” tutur Kukuh. Kamis, (19/05/2022).

Penanganan permasalahan sampah di Kabupaten Jepara diharapkan akan semakin efektif dengan pengolahan dari sumbernya. Sampah yang terkumpul akan didaur ulang dan dikelola menjadi bahan baku dan barang baru sehingga akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri. Peran serta masyarakat dan swasta akan dapat mendukung suksesnya program Desa Mandiri Sampah di Kabupaten Jepara ini menuju Jepara Bersih 2025.

“Kabupaten Jepara salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, dengan jumlah penduduk Kabupaten Jepara sebanyak 1.188.510 jiwa. Dengan padatnya jumlah penduduk maka sampah menjadi salah satu masalah penting yang perlu ditangani dengan baik, karena saat ini dengan jumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang tersedia di Kabupaten Jepara sudah mulai penuh bahkan overload,” paparnya.

Diketahui, TPA Bandengan dengan luas 7,4 hektar hanya memiliki daya tampung per hari sebesar 100 ton per hari. Sementara produk sampah Kabupaten Jepara 405,95 ton per hari. Produk sampah per orang sebanyak 0,33 kg per hari. Akibat tidak imbangnya sampah dan TPA, warga mulai membuang sampah di sungai, dipinggir jalan dan dibakar.

Edy Sujatmiko dalam sambutannya memberikan apresiasinya kepada Perusahaan-Perusahaan yang telah berkontribusi dalam upaya pembentukan Desa Mandiri Sampah ini.

“Terima kasih perusahaan yang sudah mengelola sampahnya secara baik, dan juga bantuan support-nya terhadap pengelolaan sampah di Jepara. Terima kasih atas perhatiannya terhadap lingkungannya. Kami harapkan saling kerja sama agar perusahaannya sehat, pekerja sehat, lingkungan sehat dan masyarakat juga sehat. Mari kita akrab dengan sampah, sampah jangan sekedar jadi barang buangan saja, tapi kita harus berdekatan dengan sampah agar sampah bisa menjadi berkah,” tandasnya.

(Puji S/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi