Filemon Hady Minta Menteri BUMN Eric Tohir : Periksa Maneger PLN Kota Sorong

Filemon Hady Minta Menteri BUMN Eric Tohir : Periksa Maneger PLN Kota Sorong


Kota Sorong,L7.ID – Maraknya kasus listrik yang terjadi, di Kota dan Kabupaten Sorong, membuat masyarakat resah.Perusahan Listrik Negara (PLN) yang masih dalam lingkup BUMN seharusnya menjadi pelayan jasa yang baik kepada masyarakat untuk kesejahteraan rakyat bukan menjadi beban yang membingungkan masyarakat.

Undang Undang (UUD) perlindungan konsumen, di bentuk sebagai pelindung Konsumen, baik itu PLN yang meyediakan Listrik Negara maupun PDAM yang meyediakan pelayanan Air bersih untuk masyarakat, dan itu harus taat dan berpedoman dengan UU Perlindungan Konsumen.

Filemon Hady ia mengatakan persoalanya ke awak media, “saat itu saya membeli tanah Rosenti pandjaitan, dan Lilyanawati, dua bangunan yang berbeda, untuk membangun usaha bengkel dan rumah makan dan sudah mempunyai meteran listrik di bangunan masing masing.

Lilyanawati mengajukan permohonan listrik dengan KTP beralamatkan Mariat Gunung, untuk di pasang di tempat usahanya, di jln Tuturuga distrik Mariat.

Untuk meningkatkan usaha rumah makan, dan bengkel saya memerlukan Listrik yang besar, maka saya mengajukan penambahan Daya ke PLN Aimas yang dulu masih di Pimpin oleh Manager  Muhammad Firmans,ungkapnya.

Pada tanggal 4 Mei 2021, saya lansung ke Kantor PLN dan disampaikan oleh pihak PLN ” bahwa alamat atas nama Lilyanawati beralamatkan di Mariat Gunung ? saya katakan ” jangan pak, kalau tidak bisa di tambah daya atau nanti kedepanya bermasalah atas nama Lilyanawati karena alamatnya berbeda, tambah daya saja yang atas nama Rosenti Pandjaitan,permintaannya.

“Saya menunggu beberapa saat di situ, dan tidak lama saya di panggil lagi oleh pihak PLN dia Katakan ” Sudah pak bisa di tambahkan daya untuk kedua Meterannya “saya selesaikan pembayarannya, kemudian di berikan kertas untuk bawa Gerai Listrik Prima dan di tambah dayalah kedua meteran tersebut.

Lanjut Hady,” tanggal 12 Desember 2021 saya di datangi lagi oleh orang PLN, dan di berikan surat P2TL, di bawah di tanda tangani oleh Muhammad Firmans, atas pelanggaran: alamat meteran tidak sesuai, Ironisnya pak’ meteran di bengkel, dan warung kedua duanya di putuskan, dan di suru bayar Tuntutan P2TL sebesar Rp 2.749.589 padahal jelas dalam proses pemasangan listrik, bahwa pemohon, tidak serta merta di keluarkan meteran, tapi cek lokasi dimana meteran yang akan di pasang.

Aduh z juga bingung aturan PLN Pak, mau tidak mau, ya saya bayar,karena kedua duanya di putuskan aliran listriknya, ungkap Hady dengan nada kesal, sambil mengumpat andai saya tau nomornya pak ERIK TOHIR, saya telepon dan suru pecat saja orang PLN ini.Tandasnya.

Kerugian saya sudah terlalu banyak dan banyak “karena proses Pihak PLN yang tidak jelas, saya akan kumpul dulu keluarga dan mengajukan tuntutan kepengadilan, ” saya tidak terlalu paham hukum Pak, tapi saya tau kita di lindungi UU Perlindungan Konsumen, dan saya rugi besar karena ulah mereka, ungkap hady dengan kesal, dan berharap PLN PUSAT, MENTERI BUMN Eric Tohir, untuk lebih mengawasi kinerja orang orang PLN yang sangat meresahkan masyarakat.Ungkapnha Hady dengan rasa kecewa

Awak media konfirmasi ke pihak Gerai Listrik Prima ” Rahman Simatupang,ia mengatakan bahwa kemarin pelanggan daftar ke PLN dan bawa nomor regeistrasi ke kantor.

Manager PLN Kota Sorong, ia mengatakan, bahwa alamat Meteran di Mariat Gunung, kami mengambil tindakan P2TL sambil menjelaskan Bentuk bentuk pelanggaran P2TL , P1, P2,P3 dan P4,jelasnya. Muhammad Firmans pada awak media.(Ikhlas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi