JPU Jerat 12 Tahun Penjara, Budhi Sarwono Bupati Banjarnegara Non Aktif

JPU Jerat 12 Tahun Penjara, Budhi Sarwono Bupati Banjarnegara Non Aktif


SEMARANG, LIPUTAN7.ID Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut hukuman penjara 12 tahun penjara kepada Budhi Sarwono, Bupati Banjarnegara non aktif. Atas kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam berbagai proyek yang diduga melibatkan tiga perusahaan miliknya pada kurun waktu 2017 – 2018. Jaksa Penuntut Umum Meyer Simanjuntak membacakan tuntutan dalam sidang yang digelar secara hybrid di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang Jawa Tengah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menuntut Budhi dengan hukuman denda sebesar Rp.700 juta yang jika tidak bayarkan akan diganti dengan kurungan selama enam bulan.

Jaksa Meyer Simanjuntak juga meminta Hakim menjatuhkan hukuman tambahan berupa uang pengganti kerugian negara sebesar Rp.26,02 miliar yang jika tidak dibayarkan 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap maka akan diganti dengan kurungan selama 5 tahun.

Menurut jaksa, terdakwa terbukti Pasal 12 huruf i Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada dakwaan pertama dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada dakwaan kedua.

Adapun dalam pertimbangannya, jaksa menilai terdakwa dengan kewenangan yang dimilikinya seharusnya berperan aktif dalam mencegah praktik korupsi, namun tidak dilakukan dan justru terdakwa terlibat dalam melanggengkan praktik korupsi.

“Terdakwa tidak mengakui perbuatannya,” kata jaksa dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Rochmad tersebut. Jum’at, (20/05/2022).

Dalam sidang yang digelar secara hybrid tersebut dibacakan pula tuntutan terhadap orang kepercayaan Budhi Sarwono, Kedy Afandi. Jaksa menuntut Kedy dengan hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp.700 juta.

Atas tuntutan tersebut, hakim memberi kesempatan terdakwa dan penasihat hukumnya untuk menyampaikan pembelaan pada sidang pekan depan.

Budhi Sarwono didakwa menerima suap Rp.18,7 miliar dan gratifikasi Rp.7,5 miliar dari berbagai proyek yang diduga melibatkan tiga perusahaan miliknya. Berbagai proyek infrastruktur jalan tersebut dibiayai dengan APBD 2017 dan 2018.

(Puji S/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi