Polisi Selidiki Kasus Tewasnya Pekerja di PG Rendeng Kudus

Polisi Selidiki Kasus Tewasnya Pekerja di PG Rendeng Kudus


KUDUS, LIPUTAN7.ID Kepolisian Resor (Polres) Kudus, masih melakukan penyelidikan atas terjadinya kasus kecelakaan kerja yang menimpa salah seorang pegawai hingga meninggal, pada Kamis 19/5/2022. Saat terjadinya insiden kebakaran pada mesin ketel uap (boiler) di PG Rendeng Kudus Jawa Tengah. Selasa, (24/5/2022).

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David P mengatakan, “Hingga kini kami masih mencari kebenarannya dan melakukan penyelidikan atas kasus kecelakaan kerja tersebut,” ungkap Agustinus.

Kebakaran mesin  boiler milik PG Rendeng Kudus terjadi pada hari Kamis, (19/5/2022). Dalam kejadian tersebut, seorang pekerja tewas.

Kebakaran mesin tersebut juga terekam video berdurasi 26 detik, terlihat api cukup besar berada di bagian bawah mesin boiler.

Terkait dengan peristiwa kebakaran tersebut, Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) PG Rendeng Kudus Rohmad membenarkan kejadian yang terjadi pada Kamis (19/5/2022) siang.

Saat itu, kata dia, belum memulai produksi gula, menyusul mesin produksinya belum stabil serta masih ada kegiatan pembersihan ampas.

“Karyawan PG Rendeng juga belum bekerja karena aktivitas produksi belum dimulai,” ujarnya.

Dari peristiwa kebakaran tersebut, seorang karyawan dari PT Wika atau pihak rekanan yang melakukan pengerjaan proyek revitalisasi mesin PG Rendeng meninggal dunia pada hari Minggu (22/5/2022) pukul 16.40 WIB.

Karyawan yang merupakan warga Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota Kudus itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus untuk dirawat.

Sebelum terjadinya kecelakaan kerja tersebut, kata Rohmad, penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sudah berjalan baik dan semestinya. Namun, kecelakaan dan peristiwa tersebut di luar kendali.

“Kerugian belum diketahui, sedangkan karyawan yang meninggal tanggung jawab dari rekanan,” ucapnya.

Demikian halnya, kata dia, soal kronologi kejadian juga belum mengetahui karena pihaknya belum mendapatkan laporan dari PT Wika.

Sementara itu, dari pihak PT Wika saat dihubungi lewat telepon untuk dimintai tanggapannya terkait dengan peristiwa tersebut belum ada respons.

(Puji S/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi