Pasar Tradisional Di Sumber Jaya Dan 2 Lokasi Lainnya Di Pematangsiantar Mangkrak Terbengkalai

Pasar Tradisional Di Sumber Jaya Dan 2 Lokasi Lainnya Di Pematangsiantar Mangkrak Terbengkalai


PEMATANGSIANTAR, LIPUTAN7.ID Pasar Tradisional Sumberjaya yang terletak di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar serta di 2 lokasi yang berbeda lainnya yaitu di Tozai dan Sibatu-batu Mangkrak Terbengkalai.

PD Pasar Horas Jaya (PHJ) dan PD Pembangunan dan Aneka Usaha (PAUS) adalah pihak yang dipercayakan oleh pemerintah sebagai Pengelola 3 Pasar Tradisional yang dikerjakan september 2017 meliputi Pasar Tozai, Pasar Sibatubatu dan Pasar Sumber Jaya.

Ditetapkannya kedua BUMD itu sebagai pengelola Pasar didasarkan kemampuan kedua perusahaan itu untuk mengadakan lahan, sebab Salahsatu syarat agar mendapatkan pembangunan Pasar Tradisional ini berdasarkan ketentuan dari Kementerian Perindag adalah menyediakan lahan untuk di bangun Pasar Tradisional.

Adapun Sumber dana pembangunan ketiga proyek Pasar Tradisional tersebut berasal dari Dana APBN Kementerian Perindag yang masing-masing nilainya Rp.1,7 miliar untuk Pasar Tozai dan masing-masing sekitar Rp.1,3 Miliar untuk Pasar Sibatubatu dan Pasar Sumber Jaya.

Pelaksanaan pembangunan pasar Tradisional ini dijadwalkan memakan waktu sekitar 105 hari kerja dan harusnya sudah mulai beroperasi per Desember 2017. Namun 4 Tahun Sudah berlalu hingga kini sudah memasuki tahun 2022, Pasar Tradisional Di Sumberjaya ini serta 2 Pasar lainnya mangkrak terbengkalai sama sekali tidak digunakan.

Saat Tim Media Liputan7.id meninjau lokasi, terlihat sebagian pintu kiosnya sudah rusak dan hilang. Rabu, (25/2/2022).

Ada sedikit pertanyaan tersirat dibenak tim, Pasar ini berdiri diatas lahan developer Perumahan Sumberjaya milik group PT. Rizki dan pembangunan pasar tradisional ini kalau ditinjau posisinya sangat menguntungkan pihak developer.

Untuk menjawab rasa penasaran itu Tim awakmedia mencoba menanyakan perihal tersebut kepada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Dan Perdagangan Herbert Aruan melalui via Whatsapp, namun tidak dijawab.

(Julham Effendi/Andre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi