Oknum Penggelapan Dan Pencurian Aset Perusahaan, Oknum NP Bakal Di Ancam 5 Tahun Kurungan Penjara

Oknum Penggelapan Dan Pencurian Aset Perusahaan, Oknum NP Bakal Di Ancam 5 Tahun Kurungan Penjara


MANADO,L7.ID  – Kasus pencurian dan penggelapan barang aset milik perusahaan PT Bangkit Limboga Jaya (BLJ) di mess atau Kantor dibilangan Citraland Manado yang terjadi beberapa waktu lalu mulai mengerucut.

Pasalnya, kasus yang menyeret salah satu oknum karyawan berinisial NP alias Nofly dipastikan telah ditingkatkan statusnya dari terperiksa menjadi tersangka oleh pihak kepolisian sektor Malalayang

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kepolisian Sektor Malalayang, Sonny Tandisau disela sela pertemuan yang berlangsung, Jumat (27/5/2022)

Tandisau mengatakan, oknum yang dilaporkan dalam hal ini NP alias Nofly hingga saat ini telah beberapa kali menjalani proses pemeriksaan yang dilakukan pihak polsek Malalayang.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, oknum NP telah mengakui perbuatannya yang mana dari beberapa aset yang dilaporkan pihak perusahaan kepada Polsek Malalayang, seperti : TV, Sepeda jenis Biasa, sepeda Gym, Alat-alat Tambang, Dokumen-Dokumen dan Kendaraan roda empat jenis Station Wagon merek Ford. Barang- barang tersebut telah diambil secara melawan hukum, dipindah tempatkan dari kantor milik Perusahaan PT BLJ yang berlokasi di Citraland manado ke rumah pribadinya di Ratatotok Minahasa Tenggara, sehingga atas pengakuan yang telah disampaikan oknum NP kepada pihak penyidik Polsek Malalayang, maka kami akan terus melakukan pengembangan lebih guna memastikan dan mendapatkan barang bukti aset milik perusahaan dimaksud.

“Namun dengan demikian, meskipun status telah ditingkatkan menjadi tersangka, oknum NP alias Nofly masih dalam proses wajib lapor sampai tindakan penahanan diterapkan baginya sesuai hukum acara pidana dan terkait penahanan ini sangat dimungkinkan, ketika barang-barang yang patut diduga telah disita sesuai aturan yang berlaku, sebutnya.

“Untuk kendaraan roda empat itu sendiri menurut pengakuan NP, katanya saat ini berada di salah satu bengkel di Manado, sementara dalam perbaikan montir mobil karena mengalami kerusakan, sedangkan TV, sepeda jenis biasa dan sepeda Gym berada di rumah NP”, ucapnya.

“Oknum tersebut yang dilaporkan dapat di ancam lewat pasal 374 KUHP junto pasal 362 KUHP, tetapi apabila beberapa barang/aset perusahaan telah dijual oleh NP maka dimungkinkan terapkan pasal yang memberatkan” lanjutnya

Dalam pasal 374 KUHP berbunyi ; Penggelapan yang dilakukan terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapatkan upah untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Pasal 362: Barang siapa yang mengambil barang sesuatu, atau yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk memiliki secara melawan hukum diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah.

Sementara itu pihak PT BLJ yang diwakili Johan Lintong sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh pihak Polsek Malalayang di bawah kepemimpinan Sonny Tandisau karena telah melakukan langkah-langkah tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Hingga saat ini kami sangat mendukung penuh kinerja Polri dalam hal ini Polsek Malalayang dengan adanya pengakuan yang telah disampaikan itu berarti menjadi dasar utama pihak kepolisian dalam mendalami kasus tersebut”, ucap Lintong.

Lanjut Lintong selaku perwakilan perusahaan saat dikonfirmasi menyatakan, “kami berharap dengan peristiwa pencurian dan penggelapan aset-aset Perusahaan BLJ dapat membuat oknum NP alias Nofly ini dipenjarakan sesuai hukum yang berlaku, karena tindakan NP telah melakukan tindakan melawan hukum dan dapat diberikan efek jera, sehingga perbuatan semacam ini tidak diikuti oleh karyawan –  karyawan lainnya. Negara kita adalah negara hukum dan ketika seseorang melakukan perbuatan melawan hukum, maka akan diperhadapkan dengan sanksi hukum yang menjadi akibatnya”, tegasnya.

Seperti diketahui oknum terlapor NP alias Nofly yang merupakan karyawan perusahaan telah dilaporkan oleh pihak perusahaan, karena patut diduga telah melakukan pencurian berbagai jenis barang yang merupakan aset perusahaan BLJ dengan cara merusak pintu garasi mess dan kantor PT BLJ dibilangan Citraland Manado tersebut.

PT. BLJ yang memiliki IUP-OP sesuai ketentuan perundang-undangan Minerba harus patuh terhadap Hukum, dalam hal ini Perusahaan yang berstatus PMA asal negeri Tirai Bambu ini melakukan investasi di Indonesia tepatnya di Kabupaten Minahasa Tenggara Sulawesi Utara telah dirintisnya sejak tahun 2012 silam.

Namun pada tahun 2020 para pimpinan Manajemen PT BLJ kembali ke Negera China dikarenakan adanya pandemi Covid – 19 yang menyebar luas hampir seluruh negara, akibat dari itu semua aktifitas tertunda atau ditiadakan oleh pihak perusahaan PT. BLJ, sehingga dari keadaan inilah terjadinya pencurian dan Penggelapan aset perusahaan yang dilakukan oknum NP alias Nofly. (Michael)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi