Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumenep Berhasil Menangkap Pelaku BBM ILEGAL

Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumenep Berhasil Menangkap Pelaku BBM ILEGAL


SUMENEP, LIPUTAN7.ID Kejaksaan Negeri Sumenep berhasil menangkap Pelaku BBM ilegal bernama Masduki Rahman yang bertempat di Rumah Terpidana yang beralamat di Perum Marengan Indah Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur pada Hari Senin, (30/04/2022) sekitar Pukul 17.30 WIB.

Diketahui, Masduki ditangkap Kejaksaan Negeri Sumenep atas dasar perkara dalam pasal 53 Huruf D UU RI Nomor 22 Tahun 2021 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Ikut dalam penjemputan terpidana tersebut adalah Jaksa P16 Surya, S.,H, dan Tim dari Itelijen kejaksaan Negeri Sumenep yang dipimpin oleh Kasi Intel Kejaksaan Sumenep Novan Bernadi SH.

Novan Bernadi SH selaku Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumenep dalam rilisnya mengatakan, Bahwa adapun kegiatan dalam pencarian Terpidana Masduki Rahman Alias Dukmang telah dilakukan penyidikan oleh penyidik Polda Jawa Timur dengan nomor berkas BP/17/II/PAM.1.5./2020/Ditreskrimsus tanggal 6 Februari 2020 yang melanggar pasal 53 Huruf D UU RI Nomor 22 Tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi.

Kemudian, Dinyatakan P-21 bulan Mei 2020 oleh JPU pada kejaksaan tinggi jatim. Setelah itu perkara terswbut ditahap II kan pada tanggal 29 Juli 2020 Kejari Sumenep melalui Kejati Jatim.

“Kemudian perkara tersebut dilimpahkan pada 11 Agustus 2020 dengan surat pelimpahan acar pemeriksaan biasa nomor 106/M.5.34/EUL.2/VII/2020 dan Sidang pertama pembacaan dakwaan pada tanggal 18 Agustus 2020 dengan nomor penetapan 220./Pid.sus/2020/PN Sumenep yang diketuai oleh Ahmad Bukhori,” paparnya. Selasa, (31/05/2022).

Novan menambahkan, Kemudian sidang berjalan pada 12 Januari 2021 pembacaan tuntutan oleh JPU yang mana terdakwa Masduki Rahmad melanggar pasal 53 Huruf D UU RI Nomor 22 Tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi serta Pengadilan Negeri (PN) Sumenep memutus menyatakan membebaskan terdakwa Masduki Rahman dari tuntutan hukuman penjara dari JPU selama 1 tahun 6 bulan dan denda 500 juta.

“Atas putusan bebas tersebut, Jaksa Penuntut Umum demi memenuhi rasa keadilan masyarakat, maka melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan hasilnya MA menghukum terdakwa Masduki Rahmat, karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan niaga BBM tanpa izin usaha,” jelasnya.

Lebih lanjut Novan Mengungkapkan, Dalam petikan putusan MA RI tersebut menyatakan bahwa atas nama Masduki Rahmad terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan niaga BBM tanpa izin usaha niaga. terpidana Masduki Rahmad dijatuhi pidana selama 1 Tahun penjara dan denda Rp 500 juta dan Bila denda itu tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama Satu Bulan.

“Setelah dilayangkan Surat panggilan terdakwa dengan Nomor B-1/M.5.35/E.p.2/IV/2022 untuk keperluan pelaksanaan putusan Mahkamah Agung RI. Bahwa surat panggilan pertama sudah dilayangkan untuk terpidana Masduki Rahmad pada tanggal 28 April 2022 untuk datang dilakukan eksekusi.

“Namun panggilan pertama untuk hadir pada tanggal 10 Mei 2022 itu ternyata tidak diindahkan oleh terpidana Masduki Rahmad alias Dukmang,” ucapnya.

“Kemudian kami melayangkan Surat panggilan yang kedua atas nama Masduki Rahmad sebagai terpidana Pasal 53 Huruf D UU RI Nomor 22 Tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi bisa hadir pada tanggal 18 Mei 2022 di Kejari Sumenep untuk dilakukan eksekusi,” tandasnya.

Lanjut Novan, Surat panggilan yang ketiga atas nama Masduki Rahmad sebagai terpidana Pasal 53 Huruf D UU RI Nomor 22 Tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi bisa hadir pada tanggal 18 Mei 2022 di Kejari Sumenep untuk di eksekusi.

“Setelah pemanggilan ketiga saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan beberapa pihak untuk menemukan Masduki Rahman Alias Dukmang untuk melakukan pencarian terhadap terpidana, Masduki Rahman Alias Dukmang terakhir kali dipanggil pada hari Rabu kemarin, namun Kepala Cabang PT Pelita Petrolium Indonesia (PT PPI) itu tetap tidak mengindahkan atau mangkir,” ungkap Kasi Intel Kejaksaan Muda Berbakat.

“Akhirnya Terpidana Masduki Rahman Alias Dukmang pada Hari Selasa Tanggal 31 April 2022 telah ditangkap tanpa ada perlawanan dan digiring menuju Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep untuk dilakukan Eksekusi berdasarkan surat putusan MA No: 439 K/Pid.Sus/2022,” tambahnya.

Novan menerangkan, bahwa Masduki Rahman alias Dukmang terbukti secara sah melakukan niaga BBM tanpa izin usaha dan dijerat dengan pasal nomor 53 Huruf d UU RI Nomor 22 Tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi.

“Selanjutnya dengan tertangkapnya terpidana Masduki Rahman Alias Dukmang telah melanggar pasal 53 Huruf D UU RI Nomor 22 Tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi,” tutupnya.

Untuk Diketahui, Novan Bernadi menegaskan, Dengan ditangkapnya terpidana Masduki Rahman alias Dukmang bahwa Kejari Sumenep dalam hal ini tidak main-main dalam mengeksekusi terpidana yang mempunyai kekuatan hukum tetap. Serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumenep akan terus mendukung program Kejaksaan Agung RI supaya Nama Institusi Kejaksaan Negeri Sumenep tetap baik di mata masyarakat dan tidak ada tebang pilih dalam melaksanakan setiap putusan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. (Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi