Terkait Viralnya Pemberitaan Massa Aksi Yang Diduga Masuk Angin, Kasi Pidsusn Kejaksaan Sumenep Dan Korlap Aksi Angkat Bicara

Terkait Viralnya Pemberitaan Massa Aksi Yang Diduga Masuk Angin, Kasi Pidsusn Kejaksaan Sumenep Dan Korlap Aksi Angkat Bicara


SUMENEP, LIPUTAN7.ID Viralnya pemberitaan yang menyatakan bahwa massa aksi diduga masuk angin disebut tidak etis dan tidak benar.

Berikut berita yang dikutip dari Media Madurapost.net yangmana Rasyid selaku pemerhati kebijakan publik berstatment bahwa batalnya Unras di Kejaksaan menduga jika pembatalan aksi tersebut syarat akan permainan.

Dia menilai, pembatalan aksi tersebut sangatlah janggal. Dia bertanya, mengapa harus ada pembatalan secara mendadak. Padahal, kata dia, terkait isu yang diangkat sangat menarik.

“Timbul tanda tanya terkait aksi yang dibatalkan itu, padahal sebelumnya surat permohonan sudah diajukan, tapi kenapa tiba-tiba ada pembatalan. Jangan-jangan masuk angin,” kata Rasyid merasa heran.

Menurutnya, di lihat dari surat pemberitahuan aksi yang sudah jauh-jauh sebelumnya disiapkan, pihaknya menduga ada oknum-oknum yang mempunyai kepentingan terlibat terhadap pembatalan aksi tersebut.

“Apakah ada orang yang punya kepentingan dalam aksi ini supaya tuntutan pemberhentian Kejari tidak dilakukan. Saya sangat menyayangkan pembatalan aksi tersebut,” tegasnya.

Atas isi pemberitaan tersebut Sahid selaku Korlap Aksi saat dikonfirmasi oleh awakmedia mengatakan, bahwa dirinya sangat keberatan dengan pemberitaan media online yang menduga dirinya dan kawan-kawan masuk angin.

“Dengan konotasi main-main dalam urusan pengawalan tegaknya hukum. Saya minta Media yang memberitakan dan Nama terkait yang menduga saya masuk angin untuk segera minta maaf paling tidak sampai 2×24 kedepan. jika tidak kami akan lakukan tindakan yang pantas untuk menghapus opini yg membangun asumsi publik menjadi liar dan jauh dari realitas yang sebenarnya,” tuturnya. Selasa, (31/05/2022).

Ditempat lain Dony S. Kusuma selaku Kasi Pidsus Kejaksaan Sumenep saat dikonfirmasi dikantornya menjelaskan, bahwa kita sudah melakukan sesuai prosedur dan tidak ada intervensi terkait rekan-rekan yang mau unjuk rasa.

“Jadi kita tidak pernah mengintervensi dan melakukan tugas kita sesuai prosedur mas,” paparnya.

Dony menambahkan, Pemberitaan yang menduga massa aksi masuk angin itu tidak benar, karena kami telah menemui dan memberikan penjelasan terhadap aspirasi dari rekan-rekan Gerpas secara terbuka di Aula Kantor pada hari Jum’at (27/05/2022). setelah selesai Shalat Jum’at sesuai dengan SOP yang berlaku di Kantor kami.

“Demi kondusifnya Kabupaten Sumenep kita lakukan audensi bersama rekan-rekan Gerpas mas, dan tidak ada kata-kata masuk angin dikarenakan kita sudah memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya kepada mereka,” tegasnya. (Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi