Dua Pabrik Sepatu Di Rembang Serap Tenaga Kerja Dominasi Perempuan

Dua Pabrik Sepatu Di Rembang Serap Tenaga Kerja Dominasi Perempuan


REMBANG, LIPUTAN7.ID Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Rembang merillis data tentang jumlah Pekerja yang ada di Dua Perusahaan besar Pabrik Sepatu PT. Parkland World Indonesia (PWI) dan PT. Handal Sukses Karya (HSK) di Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Jum’at, (3/6/2022).

Human Resources Development (HRD) atau Personalia PT. Parkland World Indonesia Mustofa saat dikonfirmasi oleh awakmedia membenarkan adanya tenaga kerja perempuan mendominasi di Perusahaan.

Pemkab Rembang melalui Dinas Ketenagakerjaan mencatat, permintaan kartu kuning sepanjang Januari sampai April 2022 mencapai 4.660 orang. Jumlah itu didominasi Perempuan. Jumlah tersebut merupakan rekor dan naik tajam dibandingkan dengan pencari kerja pada tahun 2021.

Kabid Peningkatan Pengembangan dan Pelatihan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Rembang, Dwi Septina menyatakan, melonjaknya angka pencari kerja merupakan dampak dari beroperasinya dua perusahaan raksasa di Rembang.

Dwi Septina menyebut belum mendapatkan update data terbaru jumlah pekerja di dua pabrik tersebut per Juni 2022.

Ia menambahkan, dari ribuan pencari kerja di Rembang  mayoritas merupakan lulusan SMA sederajat. Sisanya ada yang lulusan Sekolah Dasar (SD), SMP, Strata 1 (S1) hingga Strata 2 (S2).

“Tahun ini secara total ada Dua perusahaan besar yang beroperasi di Rembang,” ujarnya.

“Mereka adalah dua pabrik sepatu masing-masing PT PT Parkland World Indonesia di Pasar Banggi (Clangapan) dan PT HSK di Japeledok Pancur (Jalan Rembang-Pamotan),” tandasnya.

Pada tahun lalu, selama setahun pencari kerja di Rembang tercatat hanya 5.000 orang. Jumlah pencari kerja tahun ini dimungkinkan akan terus bertambah sampai akhir tahun nanti.

Dwi menambahkan, Pekerja yang di Dua Pabrik tersebut saat ini masih disebut timpang dari sisi jenis kelamin. Pekerja di dua  pabrik tersebut masih didominasi  kaum perempuan.

“Dari total sekira 4.854 pekerja di dua pabrik tersebut, hanya 543 orang yang merupakan laki-laki. Sisanya, 4.311 pekerja merupakan kaum perempuan,” jelasnya.

Diketahui, Dua Pabrik sepatu tersebut adalah PT Parkland World Indonesia (PWI) di Pasar Banggi (Clangapan), dan PT HSK di Japeledok Pancur (Jalan  Rembang-Pamotan). Namun, bisa jadi jika ada perubahan, tidak signifikan, baik dari jumlah maupun jenis kelamin pekerja. Pekerja tersebut hanya dari dua pabrik sepatu, belum termasuk  pabrik tas yang berada di Pantura Pasar Banggi.

“Data di kami  pekerja laki-laki 543 orang, perempuan  4.311 orang. Itu  pekerja di dua pabrik sepatu Clangapan dan Japeledok. Itu data pada awal 2022. Belum tahu posisi sekarang,” papar Septina.

Ia memperkirakan, penyebab mengapa  pekerja dua pabrik  di Rembang itu  didominasi perempuan karena terkait porsi pekerjaan. Perempuan dianggap lebih memiliki multitasking atau bisa melakuakn dua atau lebih pekerjaan.

“Mungkin karena  pekerja perempuan  dianggap lebih multitasking dibandingkan laki-laki. Saat ini kebanyakan adalah tenaga operasional, perempuan dianggap bisa lebih bekerja walaupun di bawah tekanan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan,pekerja laki-laki yang saat ini bekerja di dua pabrik sepatu Rembang kebanyakan menempati posisi keamanan dan sopir. Sebagian lainnya, menempati posisi produksi.

“Untuk saat ini dua pabrik sepatu di  Rembang lebih membutuhkan tenaga perempuan,” tungkasnya.

(Puji S/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi