BPS Kembali Melaksanakan Sensus Penduduk 2020 (Long From SP2020 Lanjutan)

BPS Kembali Melaksanakan Sensus Penduduk 2020 (Long From SP2020 Lanjutan)


ACEH UTARA, LIPUTAN7.ID Badan Pusat Statistik (BPS) yang merupakan lembaga resmi pemerintah non kementerian, tugas dan fungsinya diatur dalam KEPPRES nomor 103 tahun 2001.

Para Mitra Petugas BPS terus menerobos pelosok desa untuk melakukan pendataan demi #MencatatIndonesia, seperti halnya yang lagi berlangsung pada tahun ini yaitu SP2020 Lanjutan, walupun tekniknya agak berbeda dengan sensus sebelumnya.

Kali ini hanya yang didatangi petugas adalah rumah tangga yang terkena sampel saja, karena pendataan semua warga telah dilaksanakan pada tahun 2020 lalu.

Lalu untuk apa sih dilaksanakan lagi pada tahun ini,? Kan sudah didata pada tahun lalu, benar banget para pecinta data, tahun ini disebut Long Form SP2020 Lanjutan, Long Form tersebut bermakna Petugas akan menanyakan pertanyaan kepada responden jauh lebih lengkap.

Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data-data terkait parameter demografi (kelahiran, migrasi, dan kematian), pendidikan, disabilitas, ketenagakerjaan, perumahan, dan informasi penting lainnya.

Mitra BPS Aceh Utara yang juga selaku PPL pada Long Form SP2020 Lanjutan tahun ini, Ibnu Sabil kepada media ini, Senin (06/06) menyampaikan, bahwa seperti halnya yang dilaksanakan pada hari ini di Desa Menasah Tutong Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh dengan mendatangi langsung rumah-rumah keluarga yang tercantum dalam wilayah Blok Sensus tersebut.

“Tidak semua keluarga yang ada di Desa Menasah Tutong diambil datanya cuma hanya sekitar 16 Keluarga saja dari 3 Dusun yaitu Dusun Damai, Dusun Bahagia, dan Dusun Saudara yang kami didata, sesuai pedoman yang diberikan oleh pusat melalui BPS Kabupaten,” ujar Ibnu Sabil sambil bertugas di lapangan. Senin, (06/06/2022).

Sementara itu, petugas juga menanyakan nama Kepala Keluarga, jumlah seluruh anggota keluarga, nomor WA, untuk dimuat dalam Sensus Penduduk 2020 Republik Indonesia.

Selanjutnya menanyakan kejadian yang dialami oleh Ibu rumah tangga ketika melahirkan.

“Apakah pernah ada Bayi yang langsung meninggal saat melahirkan? Jika memang tidak ada, maka pendataan tentang hal tersebut tidak perlu dilanjutkan lagi, terus petugas akan melanjutkan dengan pertanyaan lainnya,” terangnya.

Seorang Kepala Keluarga menyesalkan kegiatan pendataan Sensus Penduduk tersebut.

“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak petugas maupun pemdes.
Coba dibayangkan apabila kami tidak ada di rumah, misalnya sedang ke kebun atau ke kantor. Otomatis keluarga kami tidak terdata,” pungkasnya, kepada petugas BPS.

Menanggapi hal itu, Sabil menjelaskan, sebelumnya kami sudah konfirmasi terlebih dahulu kepada Kades dan Kadus Pak. Akan tetapi, jika keluarga yang hendak kami data tidak ada di tempat, otomatis kami akan datang kembali sampai keluarga bersangkutan terdata.

Kami meminta nomor WA supaya semua data-data bisa dikoordinasikan kembali.
Data yang akan di update dikirim melalui nomor WA masing-masing keluarga. (Murhaban/Sabil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi