Pemko Pematangsiantar Mulai Aksi Pemetaan Dan Analisis Situasi Program Stunting

Pemko Pematangsiantar Mulai Aksi Pemetaan Dan Analisis Situasi Program Stunting


PEMATANGSIANTAR, LIPUTAN7.ID Dalam rangka penanggulangan dan pencapaian target 14% yang di ditargetkan Pemerintah Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu, dr Susanti Dewayani SpA diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Utari Siregar AP membuka Pertemuan Pemetaan Dan Analisis Situasi Program Stunting Kota Pematangsiantar Tahun 2022, di Martoba Room, Hotel Sapadia, Jalan Diponegoro Kota Pematangsiantar. Senin, (6/6/2022).

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Pematangsiantar dr.Ronald Saragih.M.Kes menyampaikan, tujuan pertemuan ini merupakan aksi memetakan situasi stunting di Kota Pematangsiantar; melakukan koordinasi dengan lintas sektor untuk analisis situasi program stunting di Kota Pematangsiantar; serta menyusun perencanaan dan pelaksanaan strategi nasional percepatan penurunan stunting melalui 8 aksi integritas di Kota Pematangsiantar.

Program stunting yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar tahun 2020-2021 yakni: PMT Ibu Hamil KEK dan Balita dengan Tepat Sasaran; Monev Program Gizi, Suplemen Fe Bumil dengan Tepat Sasaran; Pemantapan ASI Eksklusif, Surveilans Gizi, Tata Laksana Gizi Buruk, PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak).

Kemudian, penggalangan kemitraan aksi integrasi intervensi penurunan stunting, dan Pelacakan Konfirmasi Masalah Gizi.

Di tahun 2022 ini, Gerakan Ayah Pendukung Ayah ASI Eksklusif, Skrining Kelainan Kongenital Bagi BBL, Orientasi PMBA pada Kader, Koordinasi Pembentukan Posyandu Remaja, Aksi Jumat CERIA (Cegah Remaja Putrl Anemia), telah dilaksanakan.

“Sedangkan metode pelaksanaan kegiatan adalah presentasi/ceramah dan diskusi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini yakni adanya peta dan analisis situasi stunting di Kota Pematangsiantar, kegiatan ini juga merupakan implementasi SK. Wali Kota Pematangsiantar Nomor: 441/522/V/WK-Thn 2022 tentang Penetapan Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kota Pematangsiantar, terang Ronald.

Plt Walikota Pematangsiantar dr.Susanti Dewayani.Sp.A, dalam arahan dan bimbingan tertulisnya yang dibacakan Sekda Budi Utari Siregar AP menyampaikan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan menteri yang menyelenggarakan pemerintahan di bidang kesehatan. Sedangkan urusan percepatan penurunan stunting adalah setiap upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara Konvergen, Holistik, Integratif, dan Berkualitas melalui kerja sama multisektor di pusat, daerah, dan desa.

Sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Perpres ini merupakan payung hukum bagi strategi nasional percepatan penurunan stunting yang telah diluncurkan dan dilaksanakan sejak tahun 2018. Perpres ini juga untuk memperkuat kerangka intervensi yang harus dilakukan oleh lembaga terkait.

Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting 14 persen di tahun 2024 dan target pembangunan berkelanjutan di tahun 2030, capaian di tahun 2024. Digapai Berdasarkan Lima Pilar Percepatan Penurunan Stunting, akan disusun Rencana Aksi Nasional untuk mendorong dan menguatkan konvergensi antar program melalui pendekatan keluarga berisiko stunting.
Kelima Pilar Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yakni: Peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi; pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa; Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan dan pemberdayaan masyarakat; Peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di kementerian/lembaga, pemerintah daerah; Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat; serta Penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi.
Maka dari itu, kegiatan prioritas yang dimaksud dalam Rencana Aksi Nasional adalah penyediaan data keluarga berisiko stunting, pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan semua calon pengantin/calon pasangan usia subur (PUS), surveilans keluarga berisiko stunting, dan audit kasus stunting.

“Untuk itu, Mari kita laksanakan penyelenggaraan percepatan penurunan stunting dengan penguatan perencanaan dan penganggaran, peningkatan kualitas pelaksanaan, peningkatan kualitas pemantauan, evaluasi, pelaporan dan dengan dukungan kapasitas Sumber Daya Manusia,” ajaknya.

Saya yakin dan optimis, target 14 persen atau kurang dari itu yang telah kita sepakati dengan komitmen yang kuat dan kerja sama dari semua sektor untuk menjalankan semua tahapan kegiatan dalam percepatan penurunan stunting dan mengoptimalisasikan anggaran yang ada, di tahun 2024 dapat tercapai.

“Untuk itu kita semua tetap semangat membangun Kota Pematangsiantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas,” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan
narasumber dari Akademisi Poltekkes Kemenkes Medan dengan materi Panduan Gizi Berbasis Pangan Lokal oleh Dr Tetty Herta Doloksaribu STP MKM, dan pemaparan narasumber dari Tim Bangda Regional 1 Medan Supriono.

Turut hadir diacara tersebut , Satgas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Rinda Uli Siregar, Plt Kepala Dinas PPKB Kota Pematangsiantar Hasudungan Hutajulu SH, Kabid Kesehatan Masyarakat Kota Pematangsiantar Anna Saragih SKM, mewakili Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar, mewakili Kakan Kemenag Kota Pematangsiantar, Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pematangsiantar, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Pematangsiantar, serta para pimpinan OPD terkait dan camat se-Kota Pematangsiantar.

(Julham/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi