Desa Pelang Jepara Gelar Tradisi Sedekah Bumi, Ungkapan Syukur

Desa Pelang Jepara Gelar Tradisi Sedekah Bumi, Ungkapan Syukur


JEPARA, LIPUTAN7.ID Pemerintah Desa Pelang menggelar tradisi Sedekah Bumi Sabtu Kliwon 18/6/2022 dimulai Pukul 07.30 Wib, sebagai upacara adat yang melambangkan rasa syukur terhadap bumi yang telah memberikan rezeki melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi. Hal itu diungkap Jum’at 17/6/2022 malam oleh Abdu Rojab Petinggi Desa Pelang Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara Jawa Tengah.

Kegiatan prosesi acara Sedekah Bumi di awali pada Sabtu 18/6/2022 Pukul 07.30 Wib dengan Khataman Al’quran, Pukul 13.00 Wib Selamatan massal, Pukul 20.00 Wib sampai selesai puncak acara pagelaran wayang kulit klasik “Puthu Langgar” semalam suntuk dengan Dalang Ki Suyoto mengusung lakon “Semar Bangun Khayangan” bertempat di Balai Desa Pelang Kecamatan Mayong.

Dalam acara selamatan massal dipimpin oleh Mahrus Ali tokoh masyarakat setempat serta di hadiri tokoh agama dan warga masyarakat Desa Pelang.

Petinggi Desa Pelang Abdu Rojab saat di konfirmasi awak media liputan7.id mengatakan, “kegiatan sedekah bumi pada dua tahun terakhir semenjak Pandemi Covid-19 hampir tidak ada, sehingga harapannya setelah Pandemi Covid-19 ini ditetapkan sebagai endemi kegiatan ini dapat dilangsungkan secara meriah karena selain hiburan acara-acara semacam ini juga menggiatkan ekonomi masyarakat” kata Petinggi Rojab. Jum’at (17/6/2022) malam.

Kearifan lokal dan budaya Sedekah Bumi yang diselenggarakan oleh desa Pelang kecamatan Mayong merupakan tradisi masyarakat Jepara dalam mensyukuri apa yang telah diberikan, Tuhan pencipta Alam semesta.

“Sedekah Bumi adalah tradisi warga desa kami, sebagai wujud rasa syukur atas pemberian Tuhan, Atas kesehatan, pekerjaan, hasil bumi dan lainnya. Dimana tradisi budaya kami adalah dengan menggelar budaya wayang kulit semalam suntuk dan kegiatan khataman Al’quran serta selamatan massal” tambah Petinggi.

”Setelah dua tahun karena Pendemi Covid-19, Kami tidak laksanakan. Baru tahun ini setelah ada kelonggaran, kegiatan pentas budaya dalam pelaksanaan Sedekah Bumi kami laksanakan kembali,” imbuhnya

Penyampaian rasa syukur masyarakat dengan berbagai macam cara dan berbeda, Dan desa kami sesuai dengan tradisi, mewujudkannya dengan menggelar pentas seni budaya seperti sekarang ini.

Dan tinggal bagaimana masyarakat memaknainya rasa syukur, Kami disini mempunyai adat istiadat dan ini adalah bagian dari adat istiadat serta budaya Kearifan lokal, yang harus dijaga kelestariannya,” Pungkas Rojab.

(Puji S/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi