Diduga Usai Ngamuk-Ngamuk, Pria 22 Tahun Tewas Gantung Diri Di Dalam Rumah

Diduga Usai Ngamuk-Ngamuk, Pria 22 Tahun Tewas Gantung Diri Di Dalam Rumah


SERDANG SUMUT, LIPUTAN7.ID Fazar Erlangga (22) warga Dusun I Desa Serba Nanti Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai ditemukan tewas gantung diri didalam Rumah. Sabtu, (18/06/2022) sekitar Pukul 23.50 WIB.

Kasi Humas Polres Tebing Tinggi AKP Agus Arianto saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan adanya seorang laki – laki gantung diri didalam Rumah tersebut.

AKP Agus Arianto menjelaskan, Peristiwa itu terjadi berawal ketika korban menelpon pacarnya di ruangan TV didalam rumah pada tanggal 18 juni 2022 tidak lama kemudian korban bercakap-cakap dengan melontarkan kata-kata yang tidak sopan di dalam percakapan tersebut.

Setelah itu korban pergi dari rumah selama 20 menit dan kemudian korban kembali lagi ke rumah sambil ngamuk-ngamuk dan sambil bercakap-cakap kotor dan didengar oleh saksi yaitu tetangganya korban bernama Sudis dan Iyas, lalu kemudian menjumpai ayah korban di belakang rumah untuk memberitahukan bahwa korban mengamuk.

Kemudian saksi Sudis medatangi korban dan berkata kepada korban kamu jangan ngamuk-ngamuk kasian orang tua mu lalu di jawab korban ” iya,” tidak berapa lama kemudian korban terdiam sekitar 10 menit.

Selanjutnya, tiba-tiba Ibu korban (Sri Hayati) menjerit dengan histeris, mendengar hal itu kemudian Roni Ayah korban menjumpai istrinya di ruang tamu dan melihat korban sudah tergantung di dalam rumah dengan menggunakan tali tambang.

Atas kejadian itu, pihaknya melaporkan kepada pihak Polisi Polsek Sipispis untuk melakukan cek TKP oleh Kapolsek Sipispis Polres Tebing Tinggi, Kanit Reskrim Polres Tebing Tinggi, Kanit Reskrim Polsek Sipispis, Personil Piket SPKT Polres Tebing Tinggi, Personil Piket Fungsi Polres Tebing Tinggi dan Tim Inafis Polres Tebing Tinggi serta Piket SPKT Polsek Sipispis.

“Adapun tindakan yang dilakukan adalah mengevakuasi terhadap korban dengan cara menurunkan korban dari gatungan, lalu Membawa korban ke RS Bhayangkara Tebingtinggi untuk dilakukan Autopsi, namun oleh Pihak keluarga tidak bersedia dan sudah menerima dengan ikhlas dan membuat surat pernyataan tidak dilakukan Otopsi dan melakukan Lidik dan proses sidik sesuai dengan Hukum yang berlaku,” ungkap Kasi Humas.

Diketahui, menurut keterangan dari saksi bahwa selama ini korban tidak ada memiliki riwayat penyakit yang diderita dan menurut keterangan dari keluarga korban bahwa korban sedang ada pertengkaran dengan pacarnya melalui Handphone.

(Robinsius/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi