Sejarah sekilas Beladiri Kuntau Grambit Semende

Sejarah sekilas Beladiri Kuntau Grambit Semende


MUARA ENIM, LIPUTAN7.ID Seni beladiri Kuntau salah satu seni budaya yang ada di Indonesia yang kini di gemari masyarakat. Khususnya masyarakat Semende Raya Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan.

Kuntau merupakan seni beladiri khas milik Suku Semende Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, seni beladiri ini diperkirakan sudah Adah sejak zaman dahulu.

Keahlian Kuntau Semende di persenjataan dengan Pisau Dua, Lading Dua, besi bercabang, Tembung/Toya. Dengan menguasai seni beladiri Kuntau semende diharapkan,selain dapat meningkatkan prilaku rajin dalam beribadah juga dapat mengendalikan nafsu serta amarah.

Seni budaya Kuntau semende diyakini dapat membentuk kepribadian seseorang untuk selalu rendah hati,tidak sombong dan mampu mengendalikan diri walaupun hanya dipelajari beberapa bulan.

Kuntau Semende tidak hanya dikenal dapat menjatuhkan lawan,tetapi juga dapat mematikan lawan, meskipun penyerangan terhadap lawan dilakukan dalam keadaan gelap,tanpa ada bantuan cahaya. Gerakan Kuntau Semende dianggap unik tidak sekedar mengedepankan keindahan gerakan semata, tetapi disesuaikan dengan jalan alam dan sangat dahsyat serta bertenaga.

Pesilat Kuntau Semende memiliki falsafah maju mati mundur adalah dosa. Yakni bagi siapa saja yang menantang mereka, maka penantang tersebut berhadapan dengan dua kemungkinan, yakni maju maka mereka akan mati, atau mundur maka mereka menjadi pencudang.

Menurut dari keterangan tokoh masyarakat suku semende,(Rahman) yang sekaligus Sebagai Guru Kuntau Grambit semende Kuntau dibawa oleh para imigran yang datang dari chinah dan berprofesi sebagai pedagang mereka datang ketanah sumatera.

“Kuntau Grambit Semende yang berasal dari Minangkabau yang sering disebut dengan Kuntau Padang, dengan adanya izin guru yang sudah ditanamkan kepada muridnya maka terjadilah disebarkan dengan nama Kuntau Grambit semende. Yang dulunya dikembangkan oleh (Usman) yang bergelar Usman Padang. Maka sampai dengan saat ini maseh dikembangkan,” jelasnya. Kamis, (30/06/2022).

Secara harfiah seni beladiri Kuntau berasal dari kata kun thau. Yang berarti jalan kepalan atau lebih tepatnya di terjemahkan sebagai pertempuran seni,yaitu seni beladiri yang diciptakan oleh komunitas Tionghoa di Asia tenggara. Ada juga yang menganggapi Kuntau berasal dari kata kun yang memiliki arti jadi, dan tau yang memiliki arti isyarat.

“Ciri khas pakaian yang digunakan Kuntau Grambit Semende memakai pakaian berwarna serbah hitam dan Lis merah mulai dari baju, celana sampai ikat kepala,” paparnya.

“Sebagai generasi penerus sudah selayaknya kita menyelamatkan seni beladiri Kuntau dari kepunahan, sebagai warisan nenek moyang kita,” tutupnya.

(Wakil/Dre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi