DPRD Pamekasan: Kasus Penggelapan Aset Desa Laden Itu Sudah Masuk Pidana

DPRD Pamekasan: Kasus Penggelapan Aset Desa Laden Itu Sudah Masuk Pidana


PAMEKASAN, LIPUTAN7.ID Kasus penggelapan aset Desa Laden terus bergulir, penggelapan yang dilakukan oleh mantan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) semangat usaha baru (SEMERU) Desa Laden membuat DPRD Pamekasan angkat bicara.

Menurut DPRD Pamekasan Ketua Komisi I Ali Masykur mengatakan, jika benar adanya kasus yang dilakukan mantan BUMdes jangan dianggap perkara yang biasa saja karena bagaimanapun hal itu merupakan penggelapan yang dapat merugikan negara, sehingga hal itu sudah masuk dalam ranah pidana.

“Jika benar adanya itu wajib dikembalikan menjadi kas bumdes. Kalau ada penggelapan seperti itu, itu sudah masuk pidana,” ungkapnya. Selasa, (26/07/2022).

Politisi PPP itu meminta agar mengembalikan segera aset desa yang telah digelapkan. Dia juga menegaskan dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap kepala desa bahkan camat untuk dimintai keterangannya.

“Dalam waktu dekat kami akan panggil kadesnya kenapa itu bisa terjadi, mungkin ada mis komunikasi atau kurang silaturrahim sehingga bisa diselesaikan secara persuasif. Dalam waktu dekat kami panggil camat, kepala desanya InysaAllah mantan kepala desanya kami akan panggil juga,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Laden Alimuddin berharap agar ada ketegasan untuk memberikan sanksi yang sesuai undang-undang yang berlaku. Karena hal itu jika hanya dicukupkan pada pengembalian saja tidak akan memberikan efek jera.

“Saya berharap para pelaku mendapatkan hukuman yang sesuai undang-undang karena kalu hanya di cukupkan dengan pengembalian itu sama halnya membiarkan kejahatan dan tidak akan ada efek jera,” pungkasnya. (Idrus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi