Tak Terima Tanahnya Diserobot, Marulitua Mengadu ke LBH Gerak Indonesia

Tak Terima Tanahnya Diserobot, Marulitua Mengadu ke LBH Gerak Indonesia


PEMATANG SIANTAR,LIPUTAN7.ID  – Marulitua Manurung (56) warga Tiga dolok, Kelurahan Tiga dolok, Kecamatan Dolok panribuan, Kabupaten Simalungun, tidak terima atas dugaan penyerobotan tanah miliknya yang dilakukan oleh 3 oknum boru samosir kepada Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Rakyat Anti Korupsi (LBH GERAK) Indonesia yang berkantor di Jalan Melanthon Siregar No.203 , Kelurahan Suka Raja, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar sore tadi Selasa (26/7/22).

Adapun 3 Oknum Boru Samosir yang dimaksud masing-masing Tiorma Samosir , Maria Samosir dan Siti Samosir, semuanya adalah warga simpang ALS Kelurahan Tiga Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

Maruli menyatakan membeli sebidang tanah dengan ukuran panjang 36 m × lebar 8 m atau seluas 288 meter persegi di Marihat Dolok, Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun pada tanggal 29 agustus 2020 yang lalu.

Tanah ini dibelinya dari pemilik lama Bhinnen Silalahi dan telah memiliki Surat Keterangan Hak Atas Sebidang Tanah oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun, Kecamatan Dolok Panribuan, Nagori Dolok Parmonangan dengan Nomor 593/75/SKT/DP/2021 Dan tercatat di Kantor Camat Dolok Panribuan.

Dikisahkan Setelah Terbit Surat Jual Beli dan Surat Keterangan Hak Atas Sebidang Tanah tersebut dirinya berencana mendirikan bangunan rumah diatas lahan tersebut pada bulan mei 2022, tetapi alangkah terkejutnya dirinya saat tiba-tiba 3 oknum boru samosir menghalang-halangi.

Proses pembangunan dengan cara menimbun pasir sebanyak 2 dam truck dan 5 pick up batu padas. Walaupun dihalang-halangi Marulitua tidak menghiraukan dan tetap melanjutkan pembangunan rumahnya, namun 3 oknum boru samosir mendatanginya dan mengatakan bahwa tanah tersebut adalah milik mereka.

Saat Marulitua menanyakan terkait sertifikat hak milik, dijawab 3 oknum boru samosir bahwasanya surat mereka ada di kantor polisi.

Berbagai upaya mediasi telah dilakukan termasuk oleh Pemerintah setempat, Marulitua Manurung serta 3 oknum boru samosir pada juni 2022 namun tidak juga menemukan jalan tengah.

Di bulan yang sama, kembali digelar pertemuan dan dilakukan mediasi kembali agar Pihak 3 oknum boru samosir tersebut harus memindahkan timbunan pasir dan batu padas dari atas tanah Marulitua.

Namun tidak di indahkan oleh pihak 3 oknum boru samosir, sehingga atas dasar itu akhirnya Marulitua Manurung mengadukan permasalahan yang di hadapinya ke LBH GERAK Indonesia.

Merespon itu, LBH GERAK Indonesia pun mengirimkan Pengaduan Masyarakat (Dumas) dengan Nomor 52/LP/LBH GERAK/2022 Kepada Kepala Kepolisian Resort Simalungun C/Q Kasat Reskrim Polres Simalungun agar memanggil dan memeriksa 3 oknum boru samosir tersebut atas dugaan tindak pidana mengingat Marulitua selalu mendapatkan ancaman dan intimidasi dari 3 oknum boru samosir tersebut.

“Saya mohon bantuan kepada teman-teman semuanya agar kiranya dapat mengawal kasus ini dan semoga semuanya cepat selesai” ujar marulitua lirih.

“Rumah kontrakan saya sisa sebulan lagi waktunya, jadi saya ingin perkara ini cepat selesai agar segera bisa membangun rumah di tanah saya tersebut” tutup marulitua.(Zulfandi Kusnomo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi