Pembangunan MCK Di Desa Majungan Kecamatan Pademawu Dikeluhkan Penerima Manfaat

Pembangunan MCK Di Desa Majungan Kecamatan Pademawu Dikeluhkan Penerima Manfaat


PAMEKASAN, LIPUTAN7.ID Tahun 2022 terdapat Sembilan Desa kecipratan anggaran untuk pembangunan MCK dari Dinas DPRKP Pamekasan.

Perinciannya, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, lalu Desa Larangan Tokol dan Desa Bukek, Kecamatan Tlanakan. Kemudian, Desa Banyubulu, Kecamatan Proppo; Desa Kertagena Daya, Kecamatan Kadur; Desa Tanjung, Durbuk, Pademawu Timur serta Majungan, Kecamatan Pademawu.

Dari Sembilan Desa tersebut rata-rata untuk satu Desa menerima 50 KK (Kartu Keluarga) dengan besaran dana 10 Juta untuk satu pembanguan MCK.

Salah satu penerima manfaat di Desa Majungan saat ditemui awak media, Harto menceritakan, pada tahun lalu 2021 dirinya ditemui oleh salah seorang pegawai Dinas di kediamannya untuk mensurfe, penunjukan langsung ketempatnya yang kebetulan tidak memiliki water closet (WC) dan kamar mandi.

“Pada tahun ini 2022 program MCK didapatkannya melalui dinas DPRKP yang pembangunannya sudah mencapai 70 persen dari dengan rincian material yang didapatkan, Semen merek dynamix 7 sak, bata putih 350 biji, pasir 1 pik uap, batu dasar 9 biji, Pralon diameter 3″ 1, pintu bahan almunium, atap asbes 4 biji, closet 1 unit sementara untuk saptic tank belum datang. Sementara untuk pengerjaannya ditargetkan selesai dalam waktu 4 hari kedepan,” jelasnya. Rabu, (10/08/2022).

“Dengan anggaran 10 juta untuk 1 unit pembagunan mck rasanya tidak mungkin mencapai segitu,” Kagetnya saat diberi informasi.

Sementara itu Kepala Desa majungan Subahnan mengatakan, Pembangunan MCK di desa Majungan memang benar adanya cuman untuk perinciannya masih belum didapatkannya.

“Untuk pendamping sebanyak 2orang dari dinas sempat meminta izin kepada pihaknya untuk melakukan proses pembangunan tersebut,” ungkapnya.

Sementara untuk pendamping dari dinas hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi kembali lewat telepon selulernya oleh Kepala Desa guna konfirmasi mengenai pengerjaan tersebut.

“Sebanyak 5 dusun yang diantaranya, Morlaok, Trokem, Morsongai, Partelon, Koberung dari 7 dusun yang mendatangi kediaman kepada desa untuk konfirmasi pengerjaan yang tidak sesuai tersebut,” pungkasnya. (Idrus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi