Maraknya Polemik Tentang Dana Desa, Bikin Heboh Warganet Dan Netizen

Maraknya Polemik Tentang Dana Desa, Bikin Heboh Warganet Dan Netizen


NIAS SELATAN, LIPUTAN7.ID Polemik tentang Dana Desa Sukamaju, Kecamatan Ulunoyo, Kabupaten Nias Selatan, Sumut, menghebohkan jagat maya dan para netizen serta warganet +62.

Berbagai asumsi masyarakat tidak dapat lagi terbendung oleh maraknya isu-isu yang lagi beredar.

“Entah siapa yang benar dan siapa yang salah,” ucap Laia.

“Dilaporkan saja, biar kapok,” ujar Ndruru.

“Semoga kebenaran dapat terungkap,” kata Maya.

“Dibicarakan saja dengan baik, tidak boleh egois,” ungkap Abi.

“Alangkah baiknya jika dimediasi dan dimusyawarahkan di Desa,” tutur Halawa.

Dan beberapa tanggapan lainnya muncul di kolom komentar. Seakan-akan ada yang pro dan kontra serta ada pula yang jadi penengah.

Salah satu Warga Desa Sukamaju, Firman Giawa, sebagai narasumber menyampaikan, bahwa kasus dugaan penyimpangan dan penyelewengan DD dan ADD yang diduga dilakukan oleh Kades Sukamaju, sedang ditangani oleh pihak Inspektorat Nias Selatan.

“Kita menunggu respon dan hasil audit dari sana saja, tidak perlu lagi adanya perdebatan di medsos. Kita percayakan semuanya kepada pihak inspektorat dan lembaga terkait,” tegasnya dalam keterangan tertulis melalui Whatsapp pribadi awak media pada Kamis, (22/09/2022).

Ket Foto : Kepala Desa Sukamaju Saat Dikonfirmasi Oleh Awak Media
Ket Foto : Kepala Desa Sukamaju Saat Dikonfirmasi Oleh Awak Media

Dihari yang sama awak media juga melakukan konfirmasi kepada Kades yang bersangkutan, dalam hal mengimbangi informasi yang lagi-lagi mencuat di publik.

Dengan penuh rasa percaya diri dan tanpa pikir panjang, Kepala desa Sukamaju, Amonius Giawa, menyampaikan, bahwa dirinya merupakan korban fitnah dan sekaligus korban penghinaan oleh warga Desanya sendiri.

“Hal-hal mengenai bahan material yang dijual oleh pekerja, saya tidak paham. Namun, menurut keterangan dan penjelasan TPK, besi yang 2 kodi tersebut masih utuh dan tidak dijual, sebab milik Desa. Sementara, semen yang 8 sak memang tidak terpakai, karena sudah membeku akibat air hujan sewaktu di Rumah Ama Dinasti,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kades menerangkan, bahwa biaya Covid-19 dan ketahanan pangan serta fisik DD/ADD 2022, bukannya tidak dilaksanakan oleh Pemdes. Melainkan karena sedang menunggu hasil reviuw dan petunjuk dari inspektorat Nias Selatan,” tandasnya.

Menurut keterangan dan hasil konfirmasi awak media terhadap kedua narasumber, kita semua tinggal menunggu pihak inspektorat Nias Selatan yang akan memberi petunjuk dan tanggapan terhadap asumsi netizen dan para warganet +62.

(Abi Halawa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Terkait

terpopuler

Rekomendasi