Polri

Aksi Nekat Dua Bocah Naik Motor dari Madura ke Jakarta, Diamankan Polisi di Semarang

314
×

Aksi Nekat Dua Bocah Naik Motor dari Madura ke Jakarta, Diamankan Polisi di Semarang

Sebarkan artikel ini

SEMARANG,LIPUTAN7.ID – Aksi nekat dua bocah Sekolah Dasar asal Sampang bepergian dengan jarak yang jauh tanpa persiapan, hanya bawa uang Rp.100 ribu hasil dari meminjam teman.

Kedua bocah itu bernama Dairul asal Deda Gulubung, dan Zakki bocah Desa Pangerangen Kabupaten Sampang.

Mereka pergi mengendarai sepeda motor bodong, tanpa helm dan spion. Hanya mengenakan baju kaos oblong, celana pendek dan sandal jepit dari Kabupaten Sampang, Madura ke Jakarta.

Mereka mengendarai sepeda motor menuju Jakarta pertama kali dan hanya mengandalkan google maps untuk menemui teman lamanya.

Kejadian berawal saat kedua bocah pergi dari rumah tanpa pamit kepada orang tuanya, sekira pukul 13.00 Wib pada Minggu (19/11/2023).

Selain tak mengenakan helm, dua bocah tersebut tergolong nekat. Mereka yang berasal dari Madura, ternyata memiliki tujuan ke Jakarta.

Kapolsek Tengaran AKP Supeno mengatakan dua bocah tersebut yang diamankan anggotanya adalah Zakki (11) dan Dairul (10).

“Pada Senin 20/11/2023 pagi sekira pukul 07.00 WIB, saat anggota berjaga di Pertigaan Klero, melihat ada anak kecil tanpa helm langsung diberhentikan,” jelasnya, Selasa (21/11/2023).

Selain tanpa helm, sepeda motor Honda Beat tersebut juga tidak dilengkapi spion dan tidak ada pelat nomor. Mereka juga tidak memakai jaket.

“Karena melihat tersebut, lalu kedua bocah dan sepeda motornya dibawa ke Mapolsek Tengaran,” kata Supeno.

Melihat situasi tersebut, lalu ponsel salah satu anak tersebut diperiksa anggota Polsek Tengaran. Selanjutnya diketahui nomor guru sekolahnya.

“Kemudian oleh gurunya, disambungkan dan dikomunikasikan ke orangtuanya,” paparnya.

Orangtua kedua anak tersebut menjemput sekira pukul 23.00 WIB.

“Kondisi anak sehat, biasa saja. Makan juga terjamin, kedua anak tersebut teman bermain. Bilangnya mau menemui temannya di Jakarta, mereka juga tidak pamit ke orangtua,” kata Supeno.

Setelah kedua anak tersebut diamankan dan diserahkan, orangtuanya berterima kasih ke anggota Polsek Tengaran.

“Orangtua berterima kasih, mereka juga tidak ditilang,” paparnya.

Secara khusus Supeno mengimbau kepada orangtua untuk mengawasi anaknya. Selain itu, juga melarang anak-anak yang di bawah umur untuk mengendarai sepeda motor.

Anak belum genap usia 17 tahun, belum cukup usia untuk diberi izin menaiki sepeda motor, diperlukan pengawasan orang tua harus ketat.