Sorot

Asal Kebut, Long Segmen di Hilifanikha Nisel Diduga Dikerjakan Asal Jadi

290
×

Asal Kebut, Long Segmen di Hilifanikha Nisel Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Sebarkan artikel ini

NISEL, LIPUTAN7.ID – Penanganan Long Segment ruas jalan Hilifanikha dengan besaran anggaran Rp20 miliar lebih diduga dikerjakan asal jadi. Dugaan kuat juga, hal itu demi meraih keuntungan fantastis tanpa menghiraukan mutu dan kwalitas fisik bangunan.

Hal tersebut diperkuat dengan ucapan salah-seorang pelaksana kerja T (Inisial) yang dengan spontan menuturkan, bahwasanya mereka berusaha mengejar target kerja, saat ditanyakan terkait sistem pekerjaan yang terkesan diburu hingga dikerjakan pada malam hari tanpa alat penerangan yang cukup, Rabu (20/12) kemarin.

“Kami mengejar target kerja menjelang perayaan Natal sebab masih ada pekerjaan di daerah lain yang harus diselesaikan sebelum akhir tahun,” ujarnya.

Terkait pekerjaan yang belum selesai, pihaknya justru akan tetap melanjutkan dan menservis kembali hingga tahun depan.

“Hal itu, baik pembangunan parit beton dan TPT bersama jembatan maupun pengaspalan,” ungkapnya.

Pada tempat berbeda, beberapa tokoh masyarakat (Tomas) sekitar, menanggapi pernyataan T, yakni termasuk alasan semata, guna mengalihkan perhatian atas berbagai temuan terhadap item pekerjaan yang terkesan abai.

“Seyogyanya mutu dan kwalitas fisik bangunan lebih diprioritaskan bukan hanya target dan keuntungan saja, atau setidaknya ada keseimbangan antara mutu dan target,”

“Satu hal yang perlu diperhatikan yaitu masa waktu pelaksanaan hanya 220 hari kalender sesuai yang tertera pada papan proyek. Ketika masa waktu berakhir, maka perlu dilakukan tender ulang.
Alangkah baiknya jika Penanganan Long Segment ini dievaluasi kembali oleh pemangku kepentingan atau pihak terkait sebelum merajalela,” ucapnya kompak.

Berdasarkan hasil pantauan pewarta Liputan7.id, diduga ada beberapa TPT dan parit beton yang ambruk, lantaran posisinya lebih tinggi dari pada ruas jalan yang diaspal Hotmix.

Demikian pula pemasangan aspal, diduga tidak dimulai dari titik nol (ujung), atau hanya dimulai dari pertengahan dan dibuat dengan cara meloncat (Terpisahkan). Bahkan juga didapati masih tampak banyak yang retak hingga rusak.

Terlebih pula dengan kondisi Jembatan Locu yang hanya terbuat dari batang kelapa, hal itu cukup menyeramkan. Sehingga keberadaan jembatan tersebut dinilai mengkhawatirkan pengendara, yakni rawan akan kecelakaan. Hal ini diduga karena kesalahan bestek atau kelalaian konsultan ataupun pihak kontraktor.