Hukum

Beroperasi Malam, Tambang Timah Ilegal di Pasisir Pantai Penganak Kembali Beraksi

212
×

Beroperasi Malam, Tambang Timah Ilegal di Pasisir Pantai Penganak Kembali Beraksi

Sebarkan artikel ini

BABEL LIPUTAN7.ID – Penambangan Timah ilegal di pesisir pantai Batu Nek Dusun Penganak, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beroperasi kembali.

Diketahui sebelumnya, penambangan Timah Ilegal tersebut berhasil dihentikan oleh Tim Gabungan Operasi Peti. Namun saat ini, penambangan ilegal justru kembali beroperasi. Bahkan penambangan dilakukan pada malam hari.

Sehingga penambangan ilegal yang dilakukan pada malam hari itu, menjadi intaian warga sekitar yang tidak ingin disebutkan namanya.

Warga setempat yang ingin dirahasiakan namanya membenarkan, bahwa penambangan ilegal malam hari di Pasisir Penganak itu, kembali beraksi dan menggunakan 2 Excavator.

Dia juga membeberkan, saat siang hari dua Excavator disembunyikan dalam kebun atau hutan. Sementara pada malam hari, Excavator itu dikeluarkan guna beroperasi secara ilegal.

“Kalau siang, Excavatornya tidak ada pak, Excavator disembunyikan di dalam kebun, atau di hutan, dan hanya keluar di malam hari saja,” ujarnya (29/8) kemarin

Dijelaskan, tambang ilegal di lokasi tersebut merupakan milik inisial AB asal Desa Puput Parittiga. Sedangkan koordinator lapangan inisial AK.

Selaku koordinator lapangan saat di hubungi melalui pesan WhatsApp AK mengaku, bahwa dirinya bekerja pada Bos besar (Orang di balik penambangan ilegal). Bahkan dia buka-bukaan, bahwa semua orang faham atas pekerjaan tambang ilegal tersebut.

“saya hanya bekerja dengan bos besar, semua orang taulah saya kerja sama siapa,” terangnya.

Adapun Kepala Kesatuan Pengelola Hutan Produksi Jebu Bembang Antan (KPHP-JBA) Panji Utama, berterima kasih atas info dari masyarakat yang sengaja pewarta salurkan ke KPHP JBA.

“Terimakasih atas infonya, nanti team saya akan cek kelapangan,” janjinya.

Menurut data yang berhasil dihimpun pewarta, Di lokasi yang Berbeda ditemukan juga pekerjaan tambang ilegal yang masuk ke kawasan hutan lindung (HL) Pasir Kuarsa. Serta Desa Teluk Limau, masuk masuk pada wilayah hukum (KPHP – JBA). Namun, hingga saat ini pemilik atau dalang tambang yang beroperasi pada kawasan HL tersebut belum di ketahui.

Kendati demikian, Pewarta masih mencari data yang akurat guna pengungkapan tambang ilegal ini bisa dibeberkan.

Bukan hanya investigasi dan pelaporan saja. Pewarta juga mengupayakan konfirmasi kepada Kapolda Babel, dirkrimsus Polda Babel, Dinas lingkungan hidup Babel, serta instansi terkait. Hal itu dilakukan agar berita berimbang. Hanya saja, masih ada beberapa kendala yang harus menunda hasil konfirmasi dari beberapa instansi terkait.