Daerah

Buka Musrenbang Pemberdayaan Perempuan, Lidyawati Cik Ujang: Mari Majukan Kesetaraan Gender

174
×

Buka Musrenbang Pemberdayaan Perempuan, Lidyawati Cik Ujang: Mari Majukan Kesetaraan Gender

Sebarkan artikel ini

LAHAT, LIPUTAN7.ID – Bupati Lahat H. Cik Ujang.,SH yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lahat Hj. Lidyawati Cik Ujang.,S.Hut.MM membuka secara resmi advokasi kebijakan dan pendampingan peningkatan partisipasi perempuan dan politik, hukum, sosial, dan ekonomi (Musrenbang Pemberdayaan Perempuan di Kabupaten Lahat).

Kegiatan ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lahat di Hotel Buser Lahat, selasa (05/12/23).

Turut hadir Narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Bappeda, Ketua GOW Hj. Sumiyati Haryanto.,S.Pd, Ketua DWP Ria Apriani Chandra dan seluruh peserta advokasi serta tamu sesuai undangan.

Bupati Lahat H. Cik Ujang.,SH yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lahat Hj. Lidyawati Cik Ujang.,S.Hut.MM mengatakan, mengawali sambutan ini, atas nama Pribadi dan Pemerintahan Kabupaten Lahat, saya ucapkan selamat datang kepada Narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan dan pada seluruh peserta advokasi kebijakan dan pendampingan peningkatan partisipasi perempuan dan politik, hukum, sosial, dan ekonomi (Musrenbang Pemberdayaan Perempuan di Kabupaten Lahat).

“Saya harap melalui Forum ini, tercipta ruang bicara dan ruang dengar yang setara bagi sensitif gender, serta hasil pembangunan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Lahat, terutama kaum perempuan, dengan sejarah panjang untuk kesetaraan gender, hendaknya momentum ini dapat menjadi salah satu peluang yang baik, dalam memajukan pengarustamaan gender di Kabupaten Lahat,” ungkapnya.

Lidyawati menambahkan, Gender Equality and Socialist Inclusion ( GESI ) telah menjadi isu yang wajib menjadi perhatian Pemerintah, sebab tidak optimalnya kesetaraan gender akan diikuti ketimpangan, dengan permasalahan seperti kemiskinan, kesehatan buruk, kesejahteraan rendah, kelaparan, dll yang tidak kunjung usai. Oleh karena itu, kesetaraan gender dalam pembangunan tidak boleh dilewatkan.

“Baik laki-laki maupun perempuan memiliki peranan yang sama pentingnya dalam konteks pembangunan, khususnya perempuan yang seharusnya menempati posisi strategis dalam pembangunan,” jelas Lidyawati.