Hukum

Center Of Law Studies Bersama Keluarga Korban Kasus Pemerkosaan Gelar Audensi Dengan Kejari Sumenep

438
×

Center Of Law Studies Bersama Keluarga Korban Kasus Pemerkosaan Gelar Audensi Dengan Kejari Sumenep

Sebarkan artikel ini
Ket Gambar : Sri Hartutik selaku Keluarga korban saat diwawancarai oleh awakmedia.
Ket Gambar : Sri Hartutik selaku Keluarga korban saat diwawancarai oleh awakmedia.

SUMENEP, LIPUTAN7.ID – Center Of Law Studies bersama perwakilan keluarga korban menggelar audiensi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Jum’at, (22/12/2023).

Pantauan wartawan di lokasi, kedatangan Center Of Law Studies bersama keluarga korban ke Kejaksaan Negeri Sumenep meminta agar Pelaku pemerkosaan yang menimpa korban inisial T (25) dihukum semaksimal atau seberat-beratnya sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.

“Kami melihat ada respon positif atau dukungan dari JPU untuk dapat memperlakukan (pelaku pemerkosaan) supaya mendapatkan hukuman yang se-maksimal mungkin,” ujar Tri Sutrisno Effendi, SE, SH, saat diwawancarai oleh awakmedia.

Selain hukuman semaksimal mungkin, Pria yang akrab disapa TriLaw tersebut juga berharap, supaya pelaku dikenakan hukuman yang setimpal atas perbuatan yang telah dilakukannya terhadap korban. Hal itu mendapatkan respons positif dari JPU.

“Hal itu supaya memberikan efek jera bagi para pelaku pemerkosa supaya tidak ada lagi yg menjadi korban-korban pemerkosaan khusus nya di kabupaten sumenep” tegasnya.

“Kami akan terus mengawal dan memperjuangkan agar pelaku bisa di tuntut sesuai Undang Undang yang berlaku,” tukas TriLaw.

Ket Gambar : Center Of Law Studies bersama Keluarga Korban saat melakukan Audensi dengan Kejaksaan Negeri Sumenep.
Ket Gambar : Center Of Law Studies bersama Keluarga Korban saat melakukan Audensi dengan Kejaksaan Negeri Sumenep.

Ditempat yang sama, Sri Hartutik selaku keluarga korban juga menyampaikan harapan yang sama, bahwa pihaknya datang ke Kejaaksaan Negeri Sumenep memohon kepada JPU agar supaya pelaku pemerkosaan di tuntut dan di berikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan yang sudah di lakukan terhadap anak nya.

“Iya saya selaku keluarga korban ikut datang kesini untuk memohon kepada Pak jaksa terkait dengan kasus yang menimpa anak saya untuk meminta dan berharap supaya pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal yang agar di kemudian hari tidak ada lagi korban-korban lainnya,” tuturnya.

Menurut Sri Hartutik, wanita itu adalah pencetak penerus bangsa yang nantinya menjadikan bangsa ini lebih baik dan maju, bukan malah di perlakukan sewenang wenang oleh pelaku. Oleh karena itu, meskipun pihak pelaku datang kerumah berkali-kali untuk meminta berdamai dengan menawarkan sejumlah tawaran tawaran uang (dan kami juga ada rekaman nya) kami tidak pernah merespon tawaran tersebut.

“Pihak keluarga pelaku beberapa kali datang ke kami, tetapi kami tidak respon. Sebab, kami sudah sangat sakit hati atas perlakuan pelaku terhadap korban yang sudah dianggap anak saya sendiri,” papar Sri Hartutik.

“Bahkan kondisi korban saat ini yang biasanya dia ceria, biasanya jalan kemana -mana, namun korban sekarang sudah banyak murung di rumah dan tidak pernah keluar-keluar rumah lagi. Jadi, sekali lagi kami berharap agar pelaku membayar atas tekanan batin dan psikis yang sudah diakibatkan ke anak saya itu,” pungkasnya.