Hukum

Darurat.! Peredaran Obat Keras Golongan G di Wilayah Cibodas Kota Tangerang Semakin Marak

114
×

Darurat.! Peredaran Obat Keras Golongan G di Wilayah Cibodas Kota Tangerang Semakin Marak

Sebarkan artikel ini

TNGERANG, LIPUTAN7.ID – Peredaran obat keras Golongan G tanpa izin sudah kian merajalela dan di lakukan dengan berbagai modus,seperti yang terpantau di Jl Prabu Siliwangi, Cibodas, Kota Tangerang Banten (3/7/2024).

Saat beberapa awak media mendatangi lokasi sebuah toko yang diduga kuat menjual obat-obatan terlarang tersebut dan mengkonfirmasi kepemilikan toko,salah satu penjaga berinisial ABD mengaku bahwa toko tersebut milik Agam.

“Saya Abdul dsini baru satu bulan dan bekerja sebagai penjaga bang,kalau Bosnya bang Agm,” ucapnya.

Lebih lanjut Abdul mengatakan, jika ia hanya menjual dua jenis obat diantara nya jenis tramadol dan exymer dan saat singgung soal omset ia terkesan menutupi.

“Kalau untuk jenisnya kita cuma dua bang, tramadol yang kita jual satu lembar 60.000 rupiah dan exymer satu butir 5000 rupiah,kalau omset di sini hanya 800rb perhari,” pungkasnya.

Namun saat akan di konfirmasi lebih jauh Abdul terlihat sedang menelpon seseorang dan tak berselang lama di berikan kepada salah satu awak media untuk berkomunikasi.

“Saya Fadli sebagai korlapnya untuk saat ini posisi saya sedang di Jakarta,” ucapnya.

Lebih lanjut, pria yang mengaku sebagai Kordinator Lapangan (Korlap) berinisial FDL tersebut mengungkapkan jika usaha nya memang belum mengantongi izin dari Dinas Kesehatan.

“Soal izin saya belum mengantongi bang, ya namanya nyari rezeki kalau ketangkap ya bubar, pindah lagi cari tempat baru,” pungkasnya.

Tak menunggu waktu lama, salah satu awak media memberikan informasi kepada Kasat Narkoba Polres Metro Kota Tangerang untuk di tindak lanjuti.

“Oke saya cek dan langsung kita tindak” Ujar Kasat Narkoba.

Diketahui, sesuai dengan UU Kesehatan, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 196 Juncto Pasal (98) ayat 2 dan 3 dan atau Pasal 197 juncto Pasal 106 UU RI nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.