Kasus

Debt Collector Sebut Digaji Hingga 30 Juta Perbulan, Saat Ditangkap di Semarang

381
×

Debt Collector Sebut Digaji Hingga 30 Juta Perbulan, Saat Ditangkap di Semarang

Sebarkan artikel ini

SEMARANG,LIPUTAN7.ID – Polda Jateng menangkap 6 Debt Collector (DC) buntut melakukan penarikan paksa pada 6 November 2023 terhadap mobil Outlander Sport bernomor H 1768 HD milik warga di salah satu kantor leasing di Jalan Pemuda Semarang.

Saat itu, korban dipaksa menanda tangani penyerahan mobil miliknya, namun korban menolak dan meninggalkan mobilnya di kantor leasing tersebut. Tanpa sepengetahuan dan izin korban, para Debt Collector (DC) lalu menderek mobil tersebut.

Salah satu Debt Collector (DC) yang ditangkap Polda Jateng, berinisial TGB (46), mengungkap gaji fantastis yang diterima atas pekerjaannya itu, dalam sebulan dia mengaku bisa mendapat Rp.20 hingga Rp.30 juta.

“Saya digaji 20 sampai 30 juta per bulan,” kata TGB saat dihadirkan dalam jumpa pers di kantor Polda Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (7/12/2023).

TGB mengaku mendapat perintah dari atasannya AN selaku direktur PT Rajawali (DPO) untuk ke Semarang menarik mobil karena kontrak sudah selesai.

Ia dengan teman-temannya kemudian menarik mobil yang terparkir di parkiran kantor leasing menggunakan mobil towing.

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Johanson Ronald Simamora saat menggelar konferensi pers terkait penangkapan DC di kantor Polda Jateng Jalan Pahlawan Semarang. Kamis (7/12/2023).

Polda Jateng telah mengamankan para pelaku dalam kasus ini yakni, YM (23), PM (35), AB (30), TBG (46), ASL (39), MAA (27).

Sementara empat orang lain yakni AM, LM, JS dan SA kemudian dinyatakan DPO, tak lama kemudian AM menyerahkan diri sedangkan lainnya masih diburu.

“Kita sudah koordinasi dengan wilayah dan resmob kita juga sudah berangkat karena salah satu DPO-nya ada yang pulang kampung, kita ke sana, kita koordinasi juga kita sudah ingatkan kepada para tersangka,” kata Kombes Johanson.

Kepada para Debt Collector yang dijadikan tersangka, polisi menerapkan pasal 365 dan 368 KUHP, dan/atau 170 KUHP jo pasal 55 KUHP dan/atau 56 KUHP.

“Kita tetapkan pasal 363, 365 pasal pencurian kemudian pencurian dengan pemberatan karena pada malam hari dan pasal 55 dan 66 ancaman hukumannya maksimal 9 tahun,” tambahnya.

Polda Jateng sebelumnya mendapat karangan bunga ucapan selamat dari sejumlah warga masyarakat usai menangkap delapan DC tersebut, hal itu akan menjadikan sebagai motivasi.

“Kami mengucap terima kasih kepada masyarakat yang mengapresiasi kami dan ini adalah bentuk motivasi kepada kami untuk tetap melayani dan mengayomi masyarakat dan terus mengungkap kasus-kasus yang ada di masyarakat,” pungkasnya.