Daerah

Diduga PT SKL Salurkan BBM Ilegal ke PT Pionirbeton Industri Plant Karawang

821907
×

Diduga PT SKL Salurkan BBM Ilegal ke PT Pionirbeton Industri Plant Karawang

Sebarkan artikel ini
Delapan ton Bahan Bakar Minyak (BBM) diduga Ilegal disalurkan oleh PT. SKL ke PT. Pionirbeton Industri Plant Karawang, salah satu perusahaan yang berada di kawasan Inti Sejahtera, Parungmulya, Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang Jawa Barat.
Delapan ton Bahan Bakar Minyak (BBM) diduga Ilegal disalurkan oleh PT. SKL ke PT. Pionirbeton Industri Plant Karawang, salah satu perusahaan yang berada di kawasan Inti Sejahtera, Parungmulya, Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang Jawa Barat.

KARAWANG, LIPUTAN7.ID – Delapan ton Bahan Bakar Minyak (BBM) diduga Ilegal disalurkan oleh PT. SKL ke PT. Pionirbeton Industri Plant Karawang, salah satu perusahaan yang berada di kawasan Inti Sejahtera, Parungmulya, Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Ribuan ton BBM yang diduga Ilegal tersebut dilangsir mobil tangki transportir milik PT. Sri Karya Lintasindo (SKL). Sabtu (11/11/2023).

Adanya dugaan pendistribusian BBM yang diduga Ilegal itu muncul saat media Liputan7.id menanyakan terkait dokumen yang dimiliki kepada pengemudi. 

Pengemudi yang mengaku berinisial M itu hanya dapat menunjukkan surat jalan tanpa adanya Bil Of Loading, faktur pembelian dan PPN.

“Saya hanya dibekali surat ini bang, kalau surat yang lainnya saya gak tahu. ” terang singkat M sembari memperlihatkan surat jalan.

Saat ditanya dari mana pengambilan BBM jenis solar tersebut, M menjelaskan untuk pengambilan dari Tanjung Priok. 

Sementara itu, seorang pria bernama Sopyan saat menghubungi melalui sambungan WhatsApp menjelaskan bahwa itu bukan BBM bersubsidi.

“Kita gak main BBM bersubsidi bang.”  Ujarnya Sopian yang mengaku dari Media.

Dugaan BBM Ilegal itu diperkuat dengan adanya keterangan yang berbeda antara Sopian dan pengemudi mobil tersebut mengenai tempat pengambilan BBM.

Menurut Sopian yang mengaku dari media menerangkan bahwa untuk pengambilannya dari Wilayah Pasar Kemis Tangerang.

“Untuk grasi kita di Bekasi kalau untuk pengambilannya dari Wilayah Pasar Kemis.” Jelasnya.

Tidak hanya itu, dugaan BBM Ilegal diperkuat dengan nama perusahaan yang tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tidak sesuai dengan nama perusahaan yang tertera di Mobil transportir. Tertera di STNK dengan nama PT. Maestro Prima Energi sedangkan bertuliskan di mobil PT. Sri Karya Lintasindo.

Selain itu team investigasi liputan7.id terus mencari informasi dari mana asal pengambilan dugaan BBM ilegal yang disalurkan oleh mobil tangki bertuliskan  PT. Sri Karya Lintasindo (SKL) tersebut.

Saat team investigasi liputan7.id sedang melakukan wawancara ataupun konfirmasi kepada sopir mobil truk tangki yang bermuatan solar, seketika sopir memberikan hp milik beliau dan mengatakan ada yang ingin bicara.

“Dokumennya di kantor tinggal di kirim. Ya itukan sekarang online,” jelasnya.

Menurut keterangan dari sopir, nama Eka yang menelpon itu merupakan anggota Polisi yang berdinas di Polres Karawang diperkuat dengan tulisan di kontak sopir tersebut dengan nama Eka Polres Karawang. Dan saat oknum Polisi itu menghubungi mengatakan bahwa barang BBM tinggal tanya ke sopir pengambilannya dimana.

“Barangnya tinggal tanya sopir, itu tolong dibantu aja,” ucapnya Eka melalui sambungan telepon.

Selain itu oknum Anggota Polisi juga mengatakan bahwa BBM yang di bawa bukan barang bersubsidi.

“Itu bukan barang subsidi, nanti kita kirim Bil Of Loading ke supir,” ucapnya.

Dokumen yang dijanjikan oleh Eka yang diduga berdinas di Polres Karawang mengatakan ingin dikirim melalui sopir akan tetapi tak kunjung dikirim, sampai team investigasi liputan7.id meninggalkan lokasi, menuju Polres Karawang.

Masih di tempat yang sama seseorang mengaku bernama Didin mengatakan dia dimintai tolong oleh Sopian yang merupakan pengurus sekaligus media dari penyaluran dugaan BBM ilegal tersebut.

“Saya dimintai tolong oleh dia bang, mungkin karena dekat dengan lokasi saya, kalau Sopian pengurus sekaligus wartawan di salah satu media,” jelasnya.

Dia juga mengatakan sudah meminta tolong sama teman satu letingnya yang berada di Polres Karawang karena PT. SKL mau ada pengiriman ke Karawang.

“Itu ada leetingan saya, Hendy di Polres Karawang, sudah dikoordinasikan oleh PT. SKL,” pungkasnya.

Team Investigasi liputan7.id tidak tinggal diam akan terus melakukan penelusuran terkait dugaan BBM ilegal yang dibawa oleh mobil tangki bertuliskan  PT. Sri Karya Lintasindo (SKL) untuk disalurkan ke PT. Pionirbeton Industri Plant Karawang merupakan perusahaan industri penghasil beton. Dan darimana asal usul pengambilan BBM tersebut.