Hukum

Diduga Tidak Berizin, Galian Tanah di Kecamatan Gunung Kaler Tidak Tersentuh APH dan Satpol PP Tangerang

611
×

Diduga Tidak Berizin, Galian Tanah di Kecamatan Gunung Kaler Tidak Tersentuh APH dan Satpol PP Tangerang

Sebarkan artikel ini

TANGERANG, LIPUTAN7.ID Miris galian Tanah C yang masih beroperasi tanpa adanya larangan dari Pemerintah khususnya Satpol PP Kabupaten Tangerang dan aparat penegak hukum (APH) menjadi sorotan LSM Independen Nasionalis Anti Korupsi (INAKOR).

Diketahui, LSM Inakor menyoroti lemahnya penegakan hukum pasalnya galian C yang sudah berjalan sekitar dua tahun, belum sama sekali dilakukan penutupan dari pihak-pihak ataupun instansi terkait.

Galian tanah yang berlokasi di Kampung Sumur Waruh, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Tangerang tersebut terkesan kebal hukum. Sebab, peraturan daerah sudah jelas-jelas melarang adanya kegiatan galian c ilegal yang ada di Kabupaten Tangerang.

Saat awakmedia dan aktivis mendatangi lokasi galian tanah tersebut, mereka berhasil menjumpai salahsatu ceker atau anak dari pemilik galian yang bernama Radi.

“Iya pak, Galian tanah tersebut milik Pak Musta atau yang akrab disapa abah Gede. Tetapi kalau untuk tanahnya yaitu milik warga yang dibeli sama abah gede,” ungkap seorang pekerja yang ada di lokasi galian c yanh bernama Radi. Jum’at, (6/10/2023).

“Untuk harga tanahnya kalau di jual sebesar Rp. 130.000 per mobil pak, dan untuk pembuangannya saya kurang tau. Kami sehari kalau lagi sepi sekitar 20 mobil, sedangkan kalau lagi rame sekitar 60 mobil pengiriman,” tandasnya.

Lanjut Radi mengakui, bahwa untuk izinnya tidak ada, tetapi dari pihak Polsek kresek Dan Satpol PP Kabupaten Tangerang sering kesini ngemel/minta setoran buat beli bensin.

“Kalau oknum dari Satpol PP Kabupaten itu diduga berinisial (R), dan dari oknum Polsek kresek berinisial (K),” tegas Radi.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM Inakor yang akrab disapa Rasyid mengatakan, bahwa tindakan tersebut sangatlah miris, sebab melihat para oknum-oknum yang seharusnya menindak atau menjalankan peraturan daerah yang sudah jelas tidak memperbolehkan adanya galian tanah ilegal yang ada di Kabupaten Tangerang malah di jadikan kesempatan untuk kantong pribadi.

“Kami akan surati Polresta Tangerang dan Bupati langsung terkait hal ini, karena ini bisa merusak citra Kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

“Tetapi pada saat kami mendatangi Polsek Kresek untuk konfirmasi, belum ada yang bisa ditemui dan dimintai keterangan mengenai galian c tersebut,” pungkas Rasyid.

Oleh sebab itu, awakmedia akan terus mencari tau dan konfirmasi kepada pihak terkait mengenai keberadaan galian tanah C yang diduga ilegal tersebut.