Kesehatan

Dinkes P2KB Sumenep Pastikan Ratusan Penderita TBC Tercatat Mendapat Penanganan Medis

589
×

Dinkes P2KB Sumenep Pastikan Ratusan Penderita TBC Tercatat Mendapat Penanganan Medis

Sebarkan artikel ini
Ket Gambar : Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, H. Achmad Syamsuri.
Ket Gambar : Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, H. Achmad Syamsuri.

SUMENEP, LIPUTAN7.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memastikan 726 warga yang tercatat menderita tuberkulosis (TBC) mendapatkan penanganan medis sesuai ketentuan.

Untuk diketahui, penanganan ratusan penderita TBC itu dilakukan oleh 30 Puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep sesuai dengan daerah pasien.

“Kasus TBC yang kami tangani dan yang kami obati itu sampai Mei totalnya adalah 726 penderita. Itu yang kita tangani,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, H. Achmad Syamsuri, saat dikonfirmasi oleh awakmedia melalui pesan whatsappnya, pada Minggu, (23/6/2024).

Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit, H. Syamsuri, menuturkan, bahwa selain pengobatan kepada pasien yang sudah positif pihaknya juga terus melakukan suspek TBC sebanyak-banyaknya. Karena dengan begitu akan lebih mudah memutus mata rantai penyebaran.

“Jadi kita bisa memutus mata rantai penyebarannya apakah itu TBC anak, remaja maupun dewasa. Kita terus melakukan upaya-upaya itu,” tuturnya.

Lebih lanjut, H. Syamsuri menjelaskan, dalam penanganan TBC Dinkes P2KB juga memberikan sosialisasi dan terapi terapi bagi keluarga pasien. Sehingga orang yang melakukan kontak langsung bisa terhindar dari TBC.

“Karena keluarga pasien juga beresiko tertular. Sehingga dengan pemeriksaan satu keluarga kami bisa menganalisa, dan kita berikan terapi pencegahan tuberkulosis,” jelas H. Syamsuri.

“Ratusan kasus TBC yang ada di Kabupaten Sumenep tersebut merupakan data hingga Mei 2024. Dengan usia penderita mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa,” tukasnya.