Hukum

Direktur PT. SMIP Ditetapkan Jadi Tersangka, Siddik : Polisi Segera Tangkap Terlapor

410
×

Direktur PT. SMIP Ditetapkan Jadi Tersangka, Siddik : Polisi Segera Tangkap Terlapor

Sebarkan artikel ini
Ket Foto : H. Mohammad Siddik (Dikdik) Selaku Pelapor.
Ket Foto : H. Mohammad Siddik (Dikdik) Selaku Pelapor.

SUMENEP, LIPUTAN7.ID – Direktur PT. Sinar Mega Indah Persada (SMIP) berinisial H. S telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim terkait kasus dugaan penyerobotan tanah percaton.

Hal itu diungkapkan oleh H. Mohammad Siddik selaku pelapor yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim Investigasi LSM Jatim Corruption Watch (JCW). Senin, (27/11/2023).

Saat dikonfirmasi oleh Media ini melalui sambungan telepon selulernya, H. Mohammad Siddik mengatakan, bahwa pihaknya akan selalu mengawal dugaan kasus penyerobotan tanah percaton yang dilakukan oleh inisial H. S.

“Saya akan mengawal kasus ini hingga tuntas mas, dan saya menegaskan bahwa apapun alasan H. S, itu semua saya duga bohong. Sebab, bukti-bukti sudah jelas, apalagi H. S sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Lanjut pria yang akrab disapa H. Dikdik itu menambahkan, bahwa pihaknya meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar tidak main-main dalam kasus ini. Untuk itu, jika sudah ditetapkan sebagai tersangka diharapkan untuk Kepolisian Polda Jatim segera menangkap dan menahan terlapor (H. S_red).

“Saya berharap kepada pihak kepolisian untuk tidak main-main dalam menangani kasus ini, dan jika sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, saya harap segera tangkap dan tahan tersangka,” tukas H. Dikdik.

Disisi lain, Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto saat dikonfirmasi oleh Media ini melalui pesan whatsappnya menuturkan, bahwa pihaknya akan mengecek dulu terkait kasus dugaan penyerobotan tanah percaton yang dilakukan oleh inisial H. S.

“Nanti di cek tks,” katanya singkat.

“Dan nanti akan di infokan kalau penyidikan sudah tuntas,” pungkas Kombes Pol Dirmanto.

Untuk itu, Media ini akan terus melakukan konfirmasi ke Pihak-pihak terkait mengenai dugaan kasus penyerobotan tanah percaton yang dilakukan oleh inisial H. S.