Daerah

Eco Park Curug Tilu Aset Negara Kembali Diserahkan Ke PTPN VIII Kebun Rancabali 

564
×

Eco Park Curug Tilu Aset Negara Kembali Diserahkan Ke PTPN VIII Kebun Rancabali 

Sebarkan artikel ini
Direksi PT Perkebunan Nusantara VIII melalui Manajer Kebun Rancabali Irwan Kumniawan, SP menerima penyerahan aset PTPN VIII yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh (U) seluas kurang lebih 0,29. Bertempat di Eco Park Curug Tilu. Selasa (24/10/2023).
Direksi PT Perkebunan Nusantara VIII melalui Manajer Kebun Rancabali Irwan Kumniawan, SP menerima penyerahan aset PTPN VIII yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh (U) seluas kurang lebih 0,29. Bertempat di Eco Park Curug Tilu. Selasa (24/10/2023).

KABUPATEN BANDUNG, LIPUTAN7.ID – Atas nama Direksi PT Perkebunan Nusantara VIII melalui Manajer Kebun Rancabali Irwan Kurniawan, SP menerima penyerahan aset PTPN VIII yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh (U) seluas kurang lebih 0,29. Bertempat di Eco Park Curug Tilu, Desa Patenggang, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Selasa 24 Oktober 2023.

“Alhamdulillah Aset PTPN 8 Kebun Rancabali yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh Saudara Ujang 2 sudah dikembalikan ke pengelolanya hal ini PTPN 8 dengan tanpa menimbulkan akses di masyarakat,” ungkapnya Manajer Kebun Rancabali.

Direksi PT Perkebunan Nusantara VIII melalui Manajer Kebun Rancabali Irwan Kurniawan, SP menerima penyerahan aset PTPN VIII yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh (U) seluas kurang lebih 0,29.

Direksi PT Perkebunan Nusantara VIII melalui Manajer Kebun Rancabali Irwan Kurniawan, SP menerima penyerahan aset PTPN VIII yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh (U) seluas kurang lebih 0,29.
Direksi PT Perkebunan Nusantara VIII melalui Manajer Kebun Rancabali Irwan Kurniawan, SP menerima penyerahan aset PTPN VIII yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh (U) seluas kurang lebih 0,29 Ha.

Untuk selanjutnya areal tersebut menurut Irwan akan dikerjasamakan dengan mitra PTPN VIII PT. Duta Persada Buana. Hal ini berkat adanya kerjasama dengan pemerintah desa dan juga Forkompincam Rancabali.

Masyarakat diwakili Ditempat yang sama kades Rancabali mewakili masyarakat yang sebelumnya menguasai lokasi tersebut mengatakan diserahkan kembali aset Negara yang dikelola PTPN VIII secara sadar dan sukarela sebidang tanah dan tegakkannya.

“Beliau masyarakat kami di lingkungan desa Patengan,  berkat kerjasama antara pengembang Forkopimcam dan manajemen kebun serta hadir pemerintahan, ujang 2 sebagai penguasa ilegal secara sadar dan sukarela menyerahkan kembali sebidang tanah beserta tegakkannya yang selama ini dia kuasai dan diserahkan kembali ke ptpn 8 Kebun Rancabali,” tuturnya Kades.

Disisi lain menurut Staf PTPN VIII Kabid aset Rully Budibakti Tejasukmana sebelumnya kami dari jajaran Direksi PT Perkebunan Nusantara VIII dengan pihak pengembang sudah pernah melakukan mediasi dan sekarang Alhamdulillah berkat pendekatan yang baik bisa menemukan titik terang.

“Penguasaan lahan ini sudah berjalan 3 tahun, dengan segala jalan kami upayakan namun baru saat ini saudara ujang dengan sukarela menyerahkan kembali sebidang tanah dan semua tegakkannya diserahkan kembali ke pihak ptpn 8,” ungkapnya Kabid Asset PTPN VIII di dampingi Manajer Kebun Rancabali.

Forkompincam yang diwakili Kapolsek Rancabali menjelaskan penguasaan lahan ini sudah berjalan beberapa tahun yang lalu. Sudah beberapa kali kami bermediasi namun tidak berhasil. Alhamdulillah setelah dengan beberapa kali penjelasan, penerangan dan juga pengetahuan tentang hukum terhadap masyarakat yang menguasai lahan ini.

“Yang bersangkutan menyadari akan kesalahannya dan dengan sukarela menyerahkan kembali areal beserta tegakkannya ke pihak PTPN 8,” jelasnya Kapolsek Rancabali.

Diketahui Direksi PT Perkebunan Nusantara VIII melalui bidang pengamanan Aset terus gencar mengamankan Aset Negara yang dikuasai pengelola ilegal, dengan cara pendekatan humanis.

GM Asset Dedi Kusramdani ikut mendampingi kegiatan penyerahan kembali Asset mengajak para pihak yang belum legal menggunakan lahan PTPN VIII untuk melegalkannya dalam bentuk kerjasama menjadi mitra.

“Sesuai program divisi pengamanan Asset PTPN VIII agar para pihak yang belum legal untuk bekerjasama menjadi mitra dan menjadi legal,” ungkapnya Dedi.