Peristiwa

Gegara Tak Dihargai, Kantor Camat Payaraman Diamuk Demonstran 

700
×

Gegara Tak Dihargai, Kantor Camat Payaraman Diamuk Demonstran 

Sebarkan artikel ini

OGAN ILIR, LIPUTAN7.ID – Koordinator aksi demo Pemuda Pancasila (PP) dan Masyarakat Payaraman Bambang Irawan  alias Bambang mengamuk di Kantor Camat Kecamatan Payaraman karena merasa aspirasinya untuk menyampai pendapat di muka umum tidak di hargai atau di fasilitasi, Senin 30/10/2023.

Bambang menganggap Camat Payaraman dan jajarannya   tidak menghargai surat yang telah di tujukan kepada Camat Kecamatan Payaraman seminggu sebelum aksi untuk bisa menerima aspirasi dan keluhan dari pada aksi demo tersebut.

“Saya sangat kecewa sekali dengan Camat Payaraman karena aksi kami hari ini tidak di tanggapi, seolah olah kami mengadakan aksi ini belum ada pemberitahuan kepada pihak pihak terkait,padahal kami sudah melayangkan surat satu minggu sebelum aksi,secara prosedur sudah kami jalani” Ungkapnya

Laki-laki berkulit putih berbadan tegap itu mengamuk karena tidak mendapatkan tanggapan yang sepatutnya di Terima,sungguh sangat di sayangkan dari Staff Kecamatan tidak mau menerima aspirasi daripada Ormas Pemuda Pancasila dan masyarakat tersebut.

“Dengan spontan karena penerimaan aksi yang tidak di hargai Bambang lalu mengambil kursi dan membanting kanya”

Di tempat yang berbeda  Camat Payaraman Riyakudu memberi konfirmasi bahwasanya bukan tidak mau menampung aspirasi atau karena apapun, kebetulan saya di panggil ke Pemda Ogan Ilir untuk menghadiri rapat, dan hal ini sudah saya instruksikan ke pada bawahan untuk menerima dan mendengarkan apa apa yang di sampaikan oleh Ormas Pemuda Pancasila dan masyarakat

“Sebelum saya menghadiri rapat di Pemda Ogan Ilir, saya sudah instruksikan kepada bawahan saya untuk menerima dan memfasilitasi aksi yang akan di lakukan oleh Ormas Pemuda  Pancasila dan masyarakat tersebut,mungkin karena miskomunikasi dalam menyampaikan, makanya terjadi keributan kecil di kantor saya”

Ia juga menambahkan kedepannya tidak akan terjadi lagi hal seperti ini, kalau semua pihak bisa menahan diri

“Saya berharap dengan kejadian ini, untuk kedepannya kita semua bisa menjadi pembelajaran agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman, atau mis komunikasi dalam menyampaikan pendapat. ” Tutupnya.