DaerahKriminal

Pengedar Barang Haram Diringkus Polres Nias Selatan

984
×

Pengedar Barang Haram Diringkus Polres Nias Selatan

Sebarkan artikel ini
Seorang terduga pelaku pengedar barang haram (Narkotika/jenis sabu)  berinisial KG (19) asal kelurahan pasir putih, kecamatan Teluk Dalam, kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut) Diringkus Polres Nias Selatan pada Jumat (22/09/2023).
Seorang terduga pelaku pengedar barang haram (Narkotika/jenis sabu)  berinisial KG (19) asal kelurahan pasir putih, kecamatan Teluk Dalam, kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut) Diringkus Polres Nias Selatan pada Jumat (22/09/2023).

NIAS SELATAN, LIPUTAN7.ID – Seorang terduga pelaku pengedar barang haram (Narkotika/jenis sabu)   Diringkus Polres Nias Selatan berinisial KG (19) warga asal Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (13/10/2023) sekira Pukul 00.15 WIB dini hari.

Dari informasi yang di terima, pihak kepolisian yakni Polsek Telukdalam bersama Satreskoba, Polres Nias Selatan, Polda Sumatera Utara.

Kapolres Nias Selatan, AKBP Boney Wahyu Wicaksono, SIK melalui kasi Humas Polres Nisel Dian Octo Tobing membenarkan bahwa KG telah berhasil diamankan.

“Sesuai penjelasan Kapolsek Telukdalam, AKP Dedi Ginting, bahwasanya masyarakat curiga terhadap gerak-gerik KG yang berangkat tengah malam dengan mengendarai sepeda motor hingga menghubungi aparat,” ujarnya.

Pada malam itu juga, kata Dian, terduga pelaku ditangkap setelah dilakukan pengintaian oleh personil Polsek, yang dibantu oleh personil Satreskoba di sekitar jln Saonigeho.

“Polisi mengamankan alat bukti dari KG, berupa 0,11 gram narkotika jenis sabu, 1 unit telepon genggam, uang tunai Rp 5000 dan 1 unit sepeda motor. Barang haram tersebut merupakan milik KG berdasarkan pengakuannya ketika diperiksa menurut keterangan Kaurbin Ops Narkoba IPDA Modal Tarigan,” jelas Dian Octo kepada wartawan Liputan7.id, pada Sabtu (14/10/2023).

Lebih lanjut Dian mengungkapkan, berdasarkan undang-undang narkotika, tersangka KG dikenakan pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana minimal 5 tahun atau maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 1 hingga 10 miliar.

Terlepas dari itu, Kapolres Nias Selatan menghimbau masyarakat untuk tidak main-main dengan obat-obatan terlarang, baik dalam mengedarkan, menyimpan ataupun mengkonsumsi. “Bagi Bandar, pengedar atau pun pemakainya, akan diberantas dan ditindak tegas sesuai hukum dan aturan yang berlaku,” tandasnya.