Daerah

Gubernur Khofifah: BUM Desa Sangat Penting Mengatasi Tingkat Kemiskinan di Jawa Timur

239
×

Gubernur Khofifah: BUM Desa Sangat Penting Mengatasi Tingkat Kemiskinan di Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, LIPUTAN7.ID – Kunjungan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, M.Si memuji peran penting Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dalam menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.

BUM Desa ikut membuka kesempatan lowongan kerja kepada masyarakat pedesaan, hingga dapat meningkatkan perekonomi an warga.

“Penguatan berbagai hal yang bisa mendongkrak ekonomi desa menjadi prioritas kami. BUM Desa salah satunya,” Tutur Khofifah, saat menghadiri Jambore BUM Desa Ke-3 di Nangkula Park Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu Kab Tulungagung Jatim , Minggu (12/11/23).

Selain BUM Desa, yang sedang didorong adalah Desa Devisa yang baru berjalan 3 bulan.

Khofifah mengatakan, Desa Devisa Jawa Timur yang paling tinggi di banding provinsi lain di Indonesia, Desa Devisa menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Kementerian Keuangan. Jika ada produk original, banyak produsen serupa, ada asosiasi yang menaungi maka sudah memenuhi syarat Desa Devisa.

“Lembaga yang menaungi Desa Devisa atau koperasi. Jadi penguatannya seiring dengan BUM Desa,” sambung Khofifah.

Pemprov Jatim juga menggandeng institusi bisnis sosial Sampoerna Foundation untuk melatih kemampuan manajerial pengelolaan desa wisata.

Proses pelatihan juga melibatkan karang taruna dan PKK desa setempat selama 1 bulan, hingga pada tahap implementasi lapangan.

Desa wisata ini mayoritas menjadi salah satu unit usaha BUM Desa, selain unit usaha lain seperti simpan pinjam desa.

“BUM Desa bisa mempunyai banyak unit usaha. Desa wisata salah satu unit usahanya,” Ujar Khofifah.

Lebih jauh Khofifah mengungkapkan, kemiskinan ekstrem di Jawa Timur turun dengan sangat ekstrem. Pada 2020 lalu kemiskinan ekstrem Jawa Timur di angka 4,5 persen, di atas angka nasional.

Namun pada Maret 2023 lalu, kemiskinan ekstrem di Jawa Timur menjadi 0,8 persen, sementara angka nasional 1,2 persen.

“September ini turunnya pasti lebih lebih signifikan lagi. Harapannya sampai akhir tahun ini nol persen kemiskinan ekstrem,” tegasnya.

Untuk penguatan keuangan Desa, Pemprov Jatim juga menggandeng Politeknik Keuangan Negara STAN.

STAN menurunkan banyak dosen untuk mendampingi lebih dari 600 BUM Desa di Jawa Timur.

Harapannya skala keuangan desa makin besar dan makin auditabel. Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Timur, saat ini ada 6.582 BUM Desa, Setiap BUM Desa menyerap tenaga kerja hingga 100-200 orang.

Jumlah itu sangat membantu warga pedesaan yang masih di garis kemiskinan.