Pendidikan

HGN di Lahat Mengusung Bergerak Bersama dan Rayakan Merdeka Belajar 

120
×

HGN di Lahat Mengusung Bergerak Bersama dan Rayakan Merdeka Belajar 

Sebarkan artikel ini

LAHAT, LIPUTAN7.ID – Mengusung Tema Bergerak Bersama, Rayakan Merdeka Belajar, peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2023 tingkat Kabupaten Lahat digelar Upacara.

Upacara yang di gelar di SMP Negeri 1 Lahat Selatan ini dipimpin Langsung oleh Wakil Bupati Lahat H Haryanto SE MM MBA, Selasa 25 November 2023.

Pada kesempatan ini, Bupati Lahat H Cik Ujang SH melalui Wakil Bupati Lahat H Haryanto SE MM MBA membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim Yang Berisi,

“Tahun ini mungkin menjadi tahun terakhir saya merayakan Hari Guru Nasional sebagai Mendikbudristek,” ungkap Menteri.

“Hal ini membuat saya merasa sedih, karena saya pasti akan rindu bertemu dengan Ibu dan Bapak semua,” kata Penjabat meniru Menteri Nadiem.

Tapi di balik itu, lanjut Heriyanto membacakan teks pidato Mentri, tersimpan rasa yakin dan optimis yang sangat kuat dalam benaknya.

“Saya yakin bahwa Ibu dan Bapak guru sebagai nakhoda tidak mau membalikkan lagi arah dari kapal Merdeka Belajar. Mendikbudristek optimis bahwa semua pendidik di seluruh Indonesia masih akan terus bergerak mewujudkan Merdeka Belajar. Keyakinan ini tumbuh dari hal-hal yang berhasil kita capai bersama dalam empat tahun terakhir,”

“Pada tahun pertama Merdeka Belajar, Ujian Nasional telah dihapus dan memberi kepercayaan kepada guru untuk menilai hasil belajar muridnya. Kita menerapkan asesmen nasional agar kita semua berfokus menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Lingkungan belajar yang menumbuhkan kemampuan literasi dan numerasi serta karakter muride. Slanjutnya, di tahun kedua, diluncurkan Kurikulum Merdeka. Jika Asesmen Nasional mengukur tujuan perubahan, Kurikulum Merdeka memberikan petunjuk jalan mencapai tujuan itu,”

“Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang ditunggu-tunggu para guru, karena tidak hanya meringankan beban murid berkat pengurangan pada jumlah materi, dan penekanan pada pemahaman yang mendalam, tetapi juga memerdekakan guru untuk mengolah kreativitasnya dan berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan sesuai kebutuhan murid. Ruang untuk belajar dan berbagi di antara sesama guru juga kini semakin luas dengan adanya platform Merdeka Mengajar. Dengan begitu, jutaan guru di seluruh Indonesia sekarang saling terhubung, saling belajar, dan menginspirasi satu sama lain dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Terobosan besar dihadirkan dengan meluncurkan Pendidikan Guru Penggerak,”

“Program ini berbeda dari pelatihan guru yang sudah ada sebelumnya, karena tujuannya untuk mendorong lahirnya generasi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang mampu memimpin perubahan nyata. terakhir, yang juga sangat membahagiakan adalah kita sudah semakin dekat untuk mencapai target satu juta guru ASN PPPK guna memenuhi kebutuhan guru, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan para pendidik,”

“Semua ini membuat saya percaya bahwa Hari Guru Nasional tahun ini bukanlah salam perpisahan. Sebaliknya, peringatan Hari Guru Nasional tahun ini adalah penanda kesatuan tekad kita untuk mengakselerasi kemajuan sistem pendidikan Indonesia,”

“Oleh karena itu, Mendikbudristek mengajak bapak dan ibu merayakan hari ini dengan semangat untuk terus melaju kedepan, dengan derap langkah serentak melanjutkan gerakan Merdeka Belajar,” papar Mentri dalam naskah pidatonya

Sementara itu, Kepala Disdikbud Lahat iel Adrin SE MAP Melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat Dr Hasperi Susantu Sdp MM mengatakan, melalui momen ini, mari kita sama sama mewujudkan karakter siswa yang baik budi pekertinya, agar kasus bullying yang saat ini semakin marak di Indonesia tidak terulang lagi, terkhusus di kabupaten Lahat sendiri.

Hasperi menjelaskan, Mulai dirinya menjabat sebagai ketua PGRI Kabupaten Lahat hingga hari ini Kasus semacam Bullying belum pernah terjadi dan jangan sampai terjadi,

“Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat sudah bekerja sama dengan Kuasa Hukum untuk salah satunya mengenai perlindungan terhadap guru dengan harapan guru yang ada di Kabupaten Lahat bisa lebih semangat memberikan ilmunya dan tidak terbebani dengan maraknya juga kasus yang melibatkan guru dari wali murid atau siswa itu sendiri,” tutup Hasperi.