Sorot

Inisial N Disebut Pungut FE Rp 16000 Per 1kg dari Hasil Tambang Ilegal Pasir Kuarsa

519
×

Inisial N Disebut Pungut FE Rp 16000 Per 1kg dari Hasil Tambang Ilegal Pasir Kuarsa

Sebarkan artikel ini

BABEL, LIPUTAN7.ID – Berdasarkan Keterangan dari narasumber yang ingin dirahasiakan namanya, pelaku pungutan Liar (Pungli) di kegiatan Tambang ilegal dalam kawasan Hutan Lindung Pasir Kuarsa, Desa Teluk Limau Kecamatan Parittiga Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ada beberapa orang, yakni N, S, J, dan K (Inisial).

“N beserta inisial lainnya diduga bertahun-tahun melakukan pungli setiap ada tambang yang beraktifitas dalam kawasan Hutan Lindung Pasir Kuarsa,” ujarnya, Jumat (24/11/23).

Bahkan baru – baru ini, kata dia, inisial N bersama saudaranya diduga kembali ber-ulah, yaitu memungut Fe kepada penambang sebesar Rp 16,000 (enam belas Ribu Rupiah) Per 1kg, dari hasil tambang ilegal dalam kawasan terlarang tersebut.

“Diketahui inisial N dan saudaranya asal Desa Teluk Limau, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat ini, meminta uang sebesar 16,000 per 1kg kepada pengusaha tambang ilegal tersebut, dengan alasan mereka pemilik lahan di Kawasan Hutan Lindung HL pasir kuarsa,” ungkapnya.

Dengan begitu, lanjutnya, inisial N diduga termasuk pelaku pungli yang berani menantang hukum, yaitu dengan mengijinkan penambang Ilegal yang mana telah menghancurkan kawasan Hutan Lindung Pasir Kuarsa, hanya untuk kepentingan Pribadinya.

“Terkait kasus kerusakan Kawasan Hutan Lindung Pasir Kuarsa, Kuat dugaan ada unsur kesengajaan dari Oknum masyarakat inisial N yang mengklaim lahan dan mengijinkan penambang bekerja, dengan syarat Membayar Fe,” imbuhnya.

Dia berharap  kepada Kapolsek Jebus, Kapolres Bangka Barat, Gakkum Provinsi Babel, Kapolda Bangka Belitung agar segera melakukan tindakan tegas kepada pelaku pungli Di Kawasan Hutan lindung HL Pasir Kuarsa Desa Teluk limau. Mengingat informasi dari masyarakat inisial N, melakukan pungli tersebut sudah terjadi bertahun-tahun, sampai saat ini belum ada tindakan tegas terhadap inisial N.

Bukan hanya itu, tambah dia, menurut infomasi dari masyarakat, N merupakan preman yang kebal Hukum, hal tersebut bukan tampa alasan, terbukti selama bertahun-tahun melakukan pungli terhadap penambang ilegal di kawasan Hutan Lindung Pasir Kuarsa.

“Sampai saat ini tidak tersentuh hukum, Hinga mendapat julukan tuan Takur,” timpalnya.

Sekedar informasi saja, bahwa Team media sudah berkali – kali menghubungi inisial N serta saudaranya yang lain, untuk mendapatkan hak Jawab demi keberimbangan Berita melalui pesan WhatsApp. Namun, inisial N dan saudaranya yang lain justru menolak telpon dari wartawan.