Nasional

Jurnalis Pemberani Asal Padang Sidempuan Itu Bernama Mochtar Lubis

123
×

Jurnalis Pemberani Asal Padang Sidempuan Itu Bernama Mochtar Lubis

Sebarkan artikel ini

TUBAN,LIPUTAN7.ID — Mochtar Lubis adalah seorang jurnalis dan pengarang ternama Indonesia. Ia lahir pada tanggal 7 Maret 1922 di Padang Sidempuan, Sumatera Utara.

Dilansir dari krebadia.com, sejak kecil Mochtar Lubis sudah memiliki minat yang besar pada dunia tulis-menulis. Ia aktif menulis cerpen dan esai di surat kabar lokal sejak usia remaja.

Pada tahun 1942, ia merantau ke Jakarta untuk meneruskan pendidikannya di Sekolah Tinggi Pers dan Publisistik.

Ketika Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1945, Mochtar Lubis terlibat aktif dalam perjuangan politik dan sosial. Ia menjadi anggota Partai Masyumi dan turut berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Namun, pada tahun 1957, ia ditahan oleh pemerintah Orde Lama karena tulisannya yang kritis terhadap rezim tersebut.

Setelah mendekam di penjara selama beberapa tahun, Mochtar Lubis akhirnya dibebaskan pada tahun 1961.

Ia kembali aktif menulis dalam surat kabar sebagai jurnalis dan menjabat sebagai redaktur sebuah majalah berbahasa Indonesia yang bernama “Horison”. Ia juga mendirikan surat kabar mingguan “Indonesia Raya” pada tahun yang sama.

Keberanian Mochtar Lubis dalam menulis berujung pada pengakuan internasional yang luar biasa.

Bukunya yang berjudul “Kesadaran Membangun” mendapatkan penghargaan dari UNESCO pada tahun 1950. Kemudian, pada tahun 1978, ia menerima Penghargaan Ramon Magsaysay untuk bidang jurnalisme.

Karyanya yang paling terkenal adalah “Tahun-tahun Yang Tak Pernah Dihapus” yang diterbitkan pada tahun 1962.

Pada tanggal 2 Juli 2004, jurnalis dan pengarang ternama Indonesia, Mochtar Lubis, meninggal dunia di usia 82 tahun. Wafatnya Mochtar Lubis menjadi duka yang mendalam bagi dunia jurnalistik dan sastra Indonesia.

Karya-karyanya yang kritis dan berani tetap dihargai hingga saat ini dan ia dianggap salah satu tokoh penting dalam sejarah jurnalisme Indonesia.

Jurnalis yang baik harus selalu bertanya, mempertanyakan, dan mengungkap kebenaran” – Seymour Hersh

Editor: Ali Maskur