Daerah

Juwita Tanda Tangani Pakta Integritas, Saat Go Live Inaportnet Tahap III Tahun 2023

297
×

Juwita Tanda Tangani Pakta Integritas, Saat Go Live Inaportnet Tahap III Tahun 2023

Sebarkan artikel ini

JEPARA, LIPUTAN7.ID – Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Jepara Juwita Sandy Sari, SH, MM, menghadiri pelaksanaan Go Live Inaportnet tahap III Tahun 2023, yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Go Live Inaportnet tahap III Tahun 2023, digelar dalam percepatan digitalisasi sebagai bentuk diwajibkan penerapan Inaportnet di pelabuhan dan penandatanganan Pakta Intregitas pada Jum’at 24 November 2023 di Jakarta.

Hal itu disampaikan Juwita saat di konfirmasi awak media liputan7 di kantor komplek Pelabuhan Jalan Patiunus No 1 Jobokuto Jepara Jawa Tengah. Selasa (28/11/2023) pagi.

“Kegiataan itu dalam rangka implementasi Sinergi Nasional Logistik Ekosistem (NLE), untuk pemenuhan capaian aksi progam Stranas PK tahun 2023 – 2024 dan kolaborasi pengawasan Mineral dan Batubara,” kata Juwita.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melanjutkan penerapan sistem digitalisasi layanan kapal dan barang (Inaportnet) di seluruh pelabuhan Indonesia.

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Jepara, salah satu dari 264 pelabuhan yang menerapkan sistem ini sejak diluncurkan pada 2016.

“Kami berkomitmen mewujudkan pelayanan kapal dan barang yang lebih cepat, efisien, dan akuntabel,” tambah Juwita.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan pelayanan kepelabuhan di tengah derasnya tantangan global.

Kemenhub telah merealisasikan sistem Inaportnet di 155 pelabuhan yang terbagi dalam tiga tahapan. Selanjutnya pada Tahap III Tahun 2023, penerapan digitalisasi layanan kapal dan barang akan ditambahkan kepada 66 pelabuhan lainnya.

Lima di antaranya Pelabuhan Namrole di Maluku, Pelabuhan Ampana di Sulawesi Tengah, dan Pelabuhan Paloh di Kalimantan Barat. Kemudian Pelabuhan Gilimanuk di Bali, dan Pelabuhan Masalembu di Sumenep, Jawa Timur.

Seluruh pelabuhan akan menerapkan Inaportnet segera membuat Standar Operasional Prosedurnya (SOP).

“Inaportnet adalah tulang punggung pelayanan pelabuhan di Indonesia, sehingga perlu kolaborasi semua pihak untuk penerapannya,” pungkasnya.

Percepatan transformasi digital melalui sistem Inaportnet sebagai langkah upaya untuk transformasi dari layanan manual ke digital akan berdampak pada efisiensi waktu dan penurunan biaya logistik.

Adanya Inaportnet, pengawasan administrasi dan kegiatan di pelabuhan menjadi lebih efektif. Proses perijinan dan kelengkapan persyaratan di pelabuhan dapat terintegrasi secara digital, sehingga lebih efisien dan transparan. Juga memberi kontribusi dalam upaya peningkatan pengawasan pendapatan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) di sektor kepelabuhanan.

Melalui sistem yang terintegrasi, data pendapatan dapat diakses secara real-time dan akurat, membantu pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan dari sektor pelabuhan.