Hukum

Kades Gebang Diduga Selewengkan Dana Desa 235 Juta, di Tahan Kejari Kendal

401
×

Kades Gebang Diduga Selewengkan Dana Desa 235 Juta, di Tahan Kejari Kendal

Sebarkan artikel ini

KENDAL,LIPUTAN7.ID – Kepala Desa Gebang Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal berinisial NK ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penyelewengan Dana Desa (DD) tahun 2021 dengan nilai mencapai Rp 235 juta oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal Jawa Tengah. Rabu (15/11/2023).

Sigit Muharram Kepala Seksi Pidsus Kejari Kendal didampingi Kasi Intel Kejari Kendal Langgeng Prabowo menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan NK yang awalnya sebagai saksi.

Awalnya tersangka NK turut memenuhi panggilan Kejari Kendal. Selanjutnya hasil penyelidikan yang dilakukan sejak 2022, NK ditetapkan sebagai tersangka dengan pokok perkara penyelewengan dana desa.

“Awalnya menyalahgunakan kewenangan keuangan, harusnya dikelola bendahara tapi dalam kasus ini keuangan dilakukan oleh kades,” jelasnya. Selasa sore (14/11/2023).

Ia melanjutkan, modus operandi tersangka yakni langsung meminta uang di bendahara untuk melaksanakan kegiatan.

Seharusnya, dana desa itu dikeluarkan bendahara untuk melaksanakan kegiatan oleh pelaksana kegiatan.

“Tapi pada prakteknya, di 2021 Kades NK langsung meminta uang ke bendahara desa untuk kegiatan,” tambahnya.

Adapun kerugian negara akibat penyelewengan DD ini mencapai Rp 235 juta. Bahkan, hingga saat ini dana tersebut belum dikembalikan oleh tersangka.

“Uang itu diminta untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang bersumber dari dana desa,” tambah Sigit.

Tersangka NK mengaku sudah menggunakan dana tersebut sebagaimana mestinya. Bahkan, tersangka tidak mempertanggung jawabkan uang yang sudah diambil.

“Tersangka saat ini ditahan di rutan Polres Kendal sejak Senin 13 November kemarin,” ujar Kasi Pidsus Kejari Kendal.

Sigit menambahkan, penanganan kasus penyelewengan Dana Desa oleh Kades Gebang ini merupakan tindak lanjut dari Inspektorat Kendal. Selanjutnya Kejari Kendal melakukan penyidikan dan temuan bukti-bukti.

“Temuan awal dari Inspektorat Kendal. Dan tersangka juga memenuhi pemanggilan Kejari Kendal,” pungkas Sigit.